Banten

Jangan Diabaikan, Nyeri Sendi Berulang Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini di Tubuhmu

David Amanda | 12 Agustus 2026, 14:17 WIB
Jangan Diabaikan, Nyeri Sendi Berulang Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini di Tubuhmu
Jangan Diabaikan, Nyeri Sendi Berulang Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini di Tubuhmu - Istimewa

AKURAT BANTEN - Nyeri sendi yang muncul berulang kali kerap dianggap sebagai keluhan biasa akibat kelelahan atau aktivitas berlebih. Namun, kondisi tersebut perlu diwaspadai apabila berlangsung lama, disertai pembengkakan, serta kekakuan terutama pada pagi hari.

Keluhan tersebut dapat menjadi tanda penyakit reumatik autoimun, salah satunya Rheumatoid Arthritis (RA). Penyakit kronis ini menyebabkan peradangan pada sendi dan dapat berkembang secara perlahan hingga menimbulkan kerusakan sendi permanen jika tidak ditangani.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, mengatakan tidak semua nyeri sendi disebabkan oleh penyakit yang sama.

Baca Juga: Sakit Hati Fotonya Dijadikan Stiker WhatsApp, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bawa 30 Liter Bensin dan Bakar Ruang Rapat!

Menurutnya, penyakit reumatik mencakup lebih dari 80 jenis penyakit, mulai dari gangguan jaringan lunak, penyakit non-autoimun seperti gout dan osteoarthritis, hingga penyakit autoimun seperti Rheumatoid Arthritis dan lupus.

"Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda," kata Sandra.

Dia menjelaskan, pada RA, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sendi dan pada akhirnya mengganggu fungsi serta kualitas hidup pasien.

Baca Juga: KPU Kota Tangerang Tunggu Surat DPRD untuk Proses PAW Kursi Almarhum Rusdi

Salah satu pola yang perlu diperhatikan adalah nyeri dan kekakuan pada tangan yang lebih terasa pada pagi hari. Keluhan biasanya dapat membaik setelah tubuh mulai bergerak atau melakukan aktivitas.

Sendi yang sering terdampak antara lain jari dan pergelangan tangan. Pada RA, keluhan juga dapat muncul secara simetris pada sisi kanan dan kiri tubuh.

Pada tahap awal, gejala tersebut bisa terlihat sederhana. Pasien dapat mengalami kesulitan menggerakkan tubuh setelah bangun tidur, membutuhkan waktu sebelum dapat beraktivitas normal, atau merasakan jari tangan membengkak hingga cincin terasa lebih sempit pada pagi hari.

Baca Juga: Jokowi Dikira Cuekin Polemik Ijazah, Pengakuan Andi Azwan Justru Bikin Publik Terkejut

"Pasien sering datang setelah cukup lama mengalami keluhan karena merasa nyerinya masih bisa ditahan. Padahal, jika nyeri dan kaku terus berulang, terutama disertai pembengkakan pada beberapa sendi, kita perlu mencari tahu penyebabnya," ujarnya.

Jika peradangan terus berlangsung, RA dapat menyerang lebih banyak sendi, seperti lutut, bahu, siku, hingga pergelangan kaki. Kondisi yang terlambat ditangani, iata dia berisiko menyebabkan perubahan bentuk sendi dan kecacatan permanen.

Sandra juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan obat penghilang nyeri ketika keluhan terus berulang.

Baca Juga: UGM Lepas Tangan soal Ijazah Jokowi? Rektor Beri Pesan Tegas 'Jangan Lagi Tanya Kampus'

"Kalau nyeri sendi hanya sesekali, obat penghilang nyeri mungkin dapat digunakan satu atau dua kali. Namun, jika nyeri terus berulang, jangan bergantung pada obat penghilang nyeri saja. Kita perlu mencari tahu diagnosisnya agar mendapatkan terapi yang sesuai," katanya.

Masyarakat juga diminta berhati-hati mengonsumsi obat tradisional atau produk alami yang tidak memiliki informasi keamanan dan efektivitas yang jelas.

Sebab, sejumlah produk dapat mengandung kortikosteroid atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang tidak dicantumkan secara jelas pada kemasan.

Untuk memastikan RA, dokter tidak hanya mengandalkan satu gejala maupun satu hasil pemeriksaan laboratorium. Diagnosis dilakukan dengan mempertimbangkan riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.

Baca Juga: Rashford Pulang ke Manchester United, Michael Carrick Jadi Penentu: Comeback atau Perpisahan Jilid III?

Pemeriksaan dapat meliputi penilaian tanda peradangan pada sendi, pemeriksaan darah seperti Rheumatoid Factor (RF) dan Anti-Citrullinated Protein Antibody (ACPA), termasuk anti-CCP, serta pemeriksaan pencitraan apabila diperlukan.

"Rheumatoid Factor yang negatif tidak otomatis berarti seseorang tidak mengalami Rheumatoid Arthritis. Ada kondisi yang disebut Rheumatoid Arthritis seronegative. Karena itu, diagnosis tetap harus berdasarkan kombinasi gejala klinis, pemeriksaan dokter, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan," jelas Sandra.

Dia menyebut pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi atau rheumatologist dapat membantu menentukan penyebab keluhan sekaligus penanganan yang sesuai.

Deteksi dan pengobatan sejak dini menjadi penting untuk mengendalikan RA, mempertahankan fungsi sendi, serta mencegah kerusakan permanen.

"Tujuan pengobatan Rheumatoid Arthritis bukan sekadar menghilangkan rasa nyeri. Kita perlu mengendalikan penyakit dan mencegah kerusakan sendi agar pasien tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik," tuturnya.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Cara Nontonnya

Masyarakat disarankan memeriksakan diri apabila mengalami nyeri sendi yang menetap atau berulang, terutama jika disertai pembengkakan, kekakuan pada pagi hari, keterbatasan gerak, atau keluhan pada beberapa sendi sekaligus.

Keluhan berupa nyeri berat, kemerahan dan pembengkakan sendi, demam, maupun nyeri setelah mengalami trauma juga menjadi alasan untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis.

"Jangan menunggu sampai bentuk sendi berubah atau aktivitas sehari-hari terganggu. Cari tahu penyebab nyeri sendi sejak awal. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan sendi dan menjaga kualitas hidup," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.