Timnas U17 di Ujung Tanduk! Jepang Jadi Penentu Nasib Garuda Muda

AKURAT BANTEN - Harapan Timnas U17 Indonesia di AFC U-17 Asian Cup 2026 kini berada di titik paling menentukan setelah kekalahan 0-2 dari Qatar U17 pada matchday kedua fase grup yang berlangsung di King Abdullah Sports Training City.
Hasil tersebut membuat langkah Garuda Muda menuju fase berikutnya menjadi jauh lebih berat karena mereka kini harus menghadapi tantangan terbesar di grup, yakni duel melawan Japan U17 yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola usia muda di Asia.
Kekalahan dari Qatar memang meninggalkan kekecewaan besar karena Indonesia sebenarnya sempat tampil cukup menjanjikan, terutama pada babak pertama ketika organisasi permainan dan kedisiplinan lini belakang mampu membuat Qatar kesulitan menciptakan peluang bersih.
Bahkan Indonesia memiliki kesempatan emas untuk unggul lebih dulu setelah mendapatkan hadiah penalti akibat handball pemain Qatar di kotak terlarang.
Baca Juga: Suporter Tandang Masih Dilarang, Atmosfer Liga Indonesia Jadi Berubah?
Namun momen penting itu gagal dimanfaatkan dengan baik setelah eksekusi Matthew Baker berhasil dibaca oleh kiper Qatar, Bakri Mohamed.
Banyak pengamat menilai kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik pertandingan karena mental pemain Indonesia terlihat sedikit menurun setelah peluang emas itu terbuang begitu saja.
Meski kalah, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya yang dinilai mampu menjalankan instruksi dengan cukup baik selama sebagian besar pertandingan.
Kurniawan bahkan secara terbuka menyebut masalah utama timnya terletak pada transisi negatif ketika kehilangan bola, sesuatu yang akhirnya mampu dimanfaatkan Qatar untuk mencetak dua gol pada babak kedua.
Baca Juga: El Clasico Memanas! Ini Pemain Kunci yang Bisa Tentukan Nasib Barcelona dan Real Madrid
“Memang dua gol terjadi karena transisi negatif kita, ketika kita hilang bola tim lawan mampu memanfaatkan itu,” ujar Kurniawan setelah pertandingan.
Masalah transisi tersebut kini menjadi pekerjaan rumah terbesar menjelang laga melawan Jepang. Sebab jika Indonesia kembali kehilangan fokus saat kehilangan bola, Jepang bisa memberikan hukuman yang jauh lebih berat dibanding Qatar.
Tim muda Samurai Biru dikenal memiliki tempo permainan tinggi, kemampuan passing cepat, dan pressing agresif yang sering membuat lawan kesulitan keluar dari tekanan.
Namun di balik situasi sulit ini, peluang Indonesia sebenarnya belum sepenuhnya tertutup. Sepak bola kelompok usia muda sering menghadirkan kejutan, apalagi Indonesia sejauh ini memperlihatkan perkembangan positif dalam hal keberanian bermain dan kedisiplinan taktik.
Baca Juga: Prediksi Skor Persija vs Persib: Duel Panas Penentu Gelar, Siapa Raja Liga 1?
Generasi muda Garuda saat ini juga dianggap memiliki mental bertanding yang cukup baik dibanding beberapa generasi sebelumnya.
Salah satu hal yang membuat publik masih optimistis adalah cara Indonesia mampu bertahan dengan cukup disiplin selama babak pertama melawan Qatar.
Jika organisasi permainan itu bisa dipertahankan lebih konsisten selama 90 menit, Indonesia tetap memiliki peluang memberikan perlawanan sengit kepada Jepang.
Selain itu, laga melawan Jepang kemungkinan akan membuat Indonesia bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat serta disiplin bertahan lebih dalam.
Baca Juga: PSG Bungkam Bayern di Allianz Arena, Era Baru Raja Eropa Resmi Dimulai?
Strategi tersebut mungkin menjadi pilihan realistis karena bermain terbuka melawan Jepang justru bisa sangat berbahaya bagi lini belakang Garuda Muda.
Kini tekanan memang berada di pundak para pemain muda Indonesia, tetapi pertandingan melawan Jepang juga bisa menjadi panggung pembuktian terbesar mereka sejauh ini.
Dalam situasi seperti inilah mental, keberanian, dan kemampuan bangkit setelah kekalahan benar-benar akan diuji.
Pertanyaannya sekarang bukan hanya apakah Indonesia mampu mengalahkan Jepang, tetapi apakah Garuda Muda cukup kuat secara mental untuk bangkit di tengah tekanan besar dan menjaga harapan mereka tetap hidup di Piala Asia U17 2026.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










