“Harus Mau Mati untuk Negara!” Herdman Mulai Bentuk Timnas Indonesia Versi Barunya

AKURAT BANTEN - Kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru Indonesia national football team mulai membawa warna berbeda dalam proses pembangunan skuad Garuda menuju AFC Asian Cup.
Pelatih asal Kanada tersebut menegaskan bahwa tidak ada pemain yang akan mendapatkan tempat secara otomatis, termasuk para pemain diaspora yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan utama sepak bola Indonesia.
Dalam beberapa musim terakhir, fenomena pemain diaspora memang menjadi bagian penting dalam perkembangan Timnas Indonesia.
Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di Eropa seperti di Liga Belanda, Belgia, hingga Italia sempat meningkatkan kualitas permainan Garuda secara signifikan, terutama dari sisi taktik, tempo bermain, dan pengalaman internasional. Namun Herdman tampaknya tidak ingin Timnas Indonesia hanya bergantung pada nama besar atau tempat seorang pemain berkarier.
Menurutnya, setiap pemain harus membuktikan kualitas, komitmen, dan mentalitas ketika membela negara. Ia menegaskan bahwa bermain di luar negeri bukan tiket otomatis untuk masuk skuad utama Timnas Indonesia.
“Tidak ada jaminan bahwa pemain-pemain itu akan terpilih hanya karena mereka bermain di liga-liga di luar Indonesia,” ujar Herdman dalam pernyataannya yang dikutip Antara.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian besar di kalangan pencinta sepak bola nasional. Sebab, selama beberapa tahun terakhir publik sering melihat perdebatan antara kualitas pemain lokal dan pemain diaspora.
Sebagian menganggap pemain diaspora memiliki kualitas teknik dan pengalaman lebih baik, sementara sebagian lain percaya pemain lokal memiliki semangat juang dan rasa nasionalisme yang lebih kuat.
Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Burnley: The Gunners Mulai Mencium Aroma Juara!
Herdman justru melihat dua kelompok itu sebagai kekuatan yang harus dipadukan. Ia ingin membangun Timnas Indonesia yang bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki karakter bertarung yang besar di lapangan.
“Saya menginginkan perpaduan antara orang-orang yang ingin mati untuk negara ini, yang menurut saya dibawa oleh para pemain domestik, bersama dengan pemain-pemain dengan kecerdasan taktis dari kelompok diaspora,” kata Herdman.
Ucapan itu menggambarkan arah baru Timnas Indonesia di bawah kepemimpinannya. Herdman tampaknya ingin menciptakan tim dengan identitas permainan yang kuat, di mana pemain lokal dan diaspora saling melengkapi, bukan saling dibandingkan.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pemain domestik Indonesia sering memperlihatkan semangat luar biasa ketika mengenakan seragam merah putih.
Baca Juga: Persijap Mendadak Jadi Penjegal Liga! Persib dan Borneo Kini Sama-Sama Ketakutan
Atmosfer suporter yang fanatik juga sering membuat para pemain tampil dengan motivasi berbeda saat membela negara. Faktor mentalitas itulah yang menurut Herdman sangat penting jika Indonesia ingin berkembang di level Asia.
Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa Timnas Indonesia tetap membutuhkan kualitas teknis dan kecerdasan bermain dari para pemain diaspora yang terbiasa menghadapi tempo tinggi sepak bola Eropa.
Kombinasi kedua unsur tersebut diyakini bisa membuat Garuda lebih kompetitif ketika menghadapi tim-tim kuat Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Irak, atau negara-negara Timur Tengah.
Herdman bahkan secara khusus menyinggung pentingnya Indonesia belajar mengalahkan tim-tim Timur Tengah yang selama ini sering menjadi lawan sulit bagi Garuda di level Asia.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Burnley: Arteta Turunkan Mesin Tempur Demi Gelar!
“Bagi saya, ada penilaian terhadap kedua kelompok. Ada mencari cara untuk menang dan mendominasi tim-tim Timur Tengah,” ucapnya.
Selain itu, Herdman juga ingin memanfaatkan AFF Championship sebagai tempat menguji pemain-pemain muda dan pemain lokal sebelum membangun skuad utama menuju Piala Asia 2027. Ia ingin seluruh pemain bersaing secara sehat tanpa melihat latar belakang liga atau negara tempat mereka bermain.
Situasi ini tentu menjadi tantangan menarik bagi sepak bola Indonesia. Persaingan di Timnas kemungkinan akan jauh lebih ketat dibanding sebelumnya karena Herdman tampaknya benar-benar ingin memilih pemain berdasarkan performa dan karakter, bukan sekadar popularitas atau status bermain di luar negeri.
Jika proses itu berjalan baik, Indonesia bukan hanya berpotensi memiliki skuad yang kuat secara kualitas, tetapi juga tim dengan identitas permainan dan mentalitas besar untuk bersaing di level Asia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








