Piala Presiden 2026 Dirombak Total? PSSI Siapkan Konsep Baru yang Mengejutkan

AKURAT BANTEN- PSSI mulai menyiapkan wajah baru untuk turnamen pramusim paling populer di Indonesia, Piala Presiden.
Setelah beberapa musim terakhir identik dengan persaingan klub-klub papan atas dan atmosfer stadion yang selalu meriah, PSSI kini tengah menggodok format baru yang diyakini akan membuat turnamen tersebut menjadi jauh lebih menarik sekaligus memiliki dampak lebih besar bagi perkembangan sepak bola nasional.
Wacana perubahan format itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, setelah penutupan Piala Presiden 2025 beberapa waktu lalu.
Erick menyebut format edisi 2026 masih dalam tahap pembahasan, tetapi dipastikan akan berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang selama ini identik sebagai turnamen pramusim untuk klub-klub kasta tertinggi Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Piala Asia 2027 Resmi! Timnas Indonesia Langsung Dihantam Jepang di Laga Perdana
“Tadi Pak Ara punya komitmen, dan untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi,” ujar Erick Thohir.
Perubahan format ini muncul setelah kesuksesan Piala Presiden musim sebelumnya yang mulai menghadirkan nuansa internasional dengan keikutsertaan klub luar negeri.
Kehadiran tim seperti Oxford United dan Port FC pada edisi sebelumnya mendapat sambutan positif dari publik karena membuat atmosfer turnamen terasa berbeda dan lebih kompetitif.
Kini PSSI disebut ingin melangkah lebih jauh. Salah satu wacana yang mulai ramai dibicarakan adalah kemungkinan hadirnya dua konsep berbeda untuk Piala Presiden 2026.
Baca Juga: Timnas U17 di Ujung Tanduk! Jepang Jadi Penentu Nasib Garuda Muda
Selain turnamen pramusim yang diisi klub-klub besar dan kemungkinan tim asing, PSSI juga mempertimbangkan format yang melibatkan klub-klub daerah hingga level akar rumput sebagai bagian dari pengembangan sepak bola nasional.
Konsep tersebut dianggap menarik karena selama ini Piala Presiden identik dengan klub-klub elite saja. Jika format baru benar-benar diterapkan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang pemanasan sebelum liga dimulai, tetapi juga bisa menjadi panggung pembinaan pemain muda serta kesempatan bagi klub-klub daerah untuk mendapatkan sorotan nasional.
Erick Thohir sendiri menegaskan bahwa PSSI ingin seluruh elemen daerah ikut terlibat dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting agar gairah sepak bola tidak hanya hidup di kota-kota besar.
“Tapi intinya kita juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi ya, supaya sepak bola ini bisa terus bergelora,” kata Erick.
Baca Juga: Suporter Tandang Masih Dilarang, Atmosfer Liga Indonesia Jadi Berubah?
Di sisi lain, perubahan format ini juga dipengaruhi padatnya kalender sepak bola internasional pada 2026, termasuk adanya 2026 FIFA World Cup yang membuat jadwal klub dan pemain menjadi jauh lebih kompleks.
Karena itulah PSSI disebut harus mencari formula baru agar Piala Presiden tetap menarik tanpa mengganggu persiapan klub menghadapi kompetisi resmi.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, kabar ini tentu memunculkan rasa penasaran besar. Sebab selama beberapa tahun terakhir, Piala Presiden bukan hanya sekadar turnamen pramusim, tetapi sudah berubah menjadi ajang yang selalu menghadirkan atmosfer kompetitif, rivalitas panas, hingga stadion penuh penonton bahkan sebelum liga resmi dimulai.
Jika format baru benar-benar terealisasi, Piala Presiden 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi paling berbeda dalam sejarah turnamen tersebut.
Baca Juga: Arsenal Menggila! Rekor Langka 66 Tahun Bisa Pecah di Markas West Ham
Bukan hanya karena kemungkinan hadirnya klub asing atau konsep baru yang lebih luas, tetapi juga karena PSSI tampaknya ingin menjadikan turnamen ini sebagai simbol perubahan arah sepak bola Indonesia yang lebih modern, kompetitif, dan dekat dengan pembinaan jangka panjang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







