Banten

Iran Pilih Tijuana, Argentina Bareng Inggris di Kansas City: Drama Markas Piala Dunia 2026 Dimulai

Aullia Rachma Puteri | 26 Mei 2026, 14:35 WIB
Iran Pilih Tijuana, Argentina Bareng Inggris di Kansas City: Drama Markas Piala Dunia 2026 Dimulai
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

AKURAT BANTEN - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi persaingan antartim peserta sudah terasa sejak pemilihan markas latihan.

FIFA resmi mengumumkan daftar base camp atau markas tim peserta untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Sejumlah pilihan lokasi langsung menarik perhatian pencinta sepak bola dunia, terutama keputusan Argentina dan Inggris yang sama-sama memilih Kansas City sebagai pusat persiapan mereka.

Timnas Argentina selaku juara bertahan memilih University of Kansas Health System Training Complex di Kansas City sebagai markas utama selama turnamen berlangsung.

Baca Juga: Drama Visa Timnas Iran Berakhir? FIFA Pastikan Pemain Bisa Masuk Amerika Serikat

Menariknya, Timnas Inggris juga memilih kawasan yang sama dengan berkantor di fasilitas milik Sporting Kansas City. Situasi ini membuat dua kekuatan besar sepak bola dunia akan tinggal dalam satu kota selama Piala Dunia berlangsung.

Kansas City memang menjadi salah satu lokasi strategis di Piala Dunia 2026. Kota tersebut memiliki infrastruktur sepak bola modern, akses penerbangan yang mudah, dan cuaca yang relatif stabil selama musim panas. Selain itu, Arrowhead Stadium yang berada di kota itu juga akan menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia.

Bagi Argentina, keputusan memilih Kansas City dinilai masuk akal karena lokasi tersebut cukup dekat dengan beberapa venue pertandingan mereka di fase grup.

Lionel Messi dan rekan-rekannya diperkirakan ingin meminimalkan kelelahan akibat perjalanan panjang antarkota, mengingat Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen dengan wilayah penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah.

Baca Juga: Lamine Yamal Jadi Andalan, Spanyol Datang ke Piala Dunia 2026 dengan Wajah Baru

Sementara itu, Inggris juga berharap suasana Kansas City yang relatif tenang bisa membantu fokus skuad Thomas Tuchel. Dalam beberapa turnamen sebelumnya, Inggris memang cenderung memilih lokasi yang jauh dari keramaian media untuk menjaga konsentrasi pemain.

Selain Argentina dan Inggris, keputusan Iran juga menjadi sorotan besar. Team Melli memilih Tijuana, Meksiko, sebagai markas utama mereka setelah sebelumnya sempat berencana berkantor di Arizona, Amerika Serikat. Keputusan pindah itu berkaitan dengan isu visa dan ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat.

Meski demikian, FIFA telah memastikan seluruh pemain dan staf Iran tetap akan mendapatkan izin masuk untuk menjalani pertandingan di wilayah AS.

“Semua tim peserta akan mendapatkan dukungan penuh agar bisa mengikuti turnamen tanpa hambatan,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pernyataan resminya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dejavu Qatar 2022! Cedera Messi Malah Bikin Fans Argentina Yakin Juara Dunia Lagi

Tijuana dipilih Iran karena lokasinya dekat dengan perbatasan Amerika Serikat, sehingga memudahkan mobilitas tim menuju stadion pertandingan. Selain itu, kota tersebut juga dianggap lebih nyaman secara logistik dan keamanan bagi delegasi Iran.

Di sisi lain, Brasil memilih Orlando sebagai markas mereka. Tim Samba akan menggunakan fasilitas modern milik Orlando City selama turnamen berlangsung. Sementara Prancis berkantor di Dallas, sedangkan Spanyol memilih Miami sebagai pusat latihan mereka.

Pemilihan markas ternyata bukan keputusan sepele di Piala Dunia modern. Faktor cuaca, kualitas lapangan latihan, jarak perjalanan, hingga keamanan menjadi pertimbangan utama setiap negara.

Pada Piala Dunia 2022 lalu, Argentina bahkan disebut sangat detail dalam memilih fasilitas latihan di Qatar, dan hasilnya mereka sukses menjadi juara dunia.

Baca Juga: Stadion Azteca Kembali Jadi Panggung Piala Dunia 2026, Rumah Maradona dan Pele Bangkit Lagi!

Kini dengan format baru 48 peserta dan wilayah turnamen yang sangat luas, strategi memilih markas menjadi semakin penting. Tim yang mampu mengatur mobilitas dan kondisi fisik pemain dengan baik diyakini akan memiliki keuntungan besar sepanjang turnamen.

Piala Dunia 2026 sendiri akan resmi dimulai pada 11 Juni 2026 dengan laga pembuka di Stadion Azteca, Meksiko. Turnamen ini diprediksi menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah, baik dari jumlah peserta, wilayah penyelenggaraan, maupun total penonton yang hadir langsung di stadion.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.