Tak Cukup Punya Fanatik Suporter, Persebaya Disebut Harus Tiru Cara Persib Jadi Juara

AKURAT BANTEN - Persebaya Surabaya dinilai harus berkaca kepada Persib Bandung jika benar-benar ingin mengakhiri puasa gelar liga.
Hal itu disampaikan pengamat sepak bola nasional yang menilai keberhasilan Persib menjuarai Super League 2025/2026 bukan datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang dan konsistensi manajemen klub.
Dalam beberapa musim terakhir, Persebaya memang terus mencoba membangun kekuatan untuk bersaing di papan atas.
Namun Bajul Ijo masih kesulitan menjaga konsistensi performa sepanjang musim. Situasi itu berbeda dengan Persib yang perlahan membangun fondasi kuat hingga akhirnya berhasil merebut gelar juara musim ini.
Baca Juga: MU Akhirnya Bergerak! Ederson Tinggal Selangkah Jadi Rekrutan Perdana Era Michael Carrick
Pengamat sepak bola menyebut salah satu kunci keberhasilan Persib adalah kesabaran manajemen dalam mempertahankan pelatih dan kerangka tim. Persib tidak terburu-buru melakukan perubahan besar ketika hasil belum maksimal.
“Persib menunjukkan bahwa membangun tim juara membutuhkan proses dan kestabilan. Itu yang harus dipelajari Persebaya,” ujar pengamat sepak bola yang dikutip dari Kompas.
Musim lalu Persebaya sebenarnya sempat tampil menjanjikan. Mereka memiliki sejumlah pemain berkualitas seperti Bruno Moreira, Malik Risaldi, hingga Ernando Ari.
Namun performa yang naik turun membuat mereka gagal bersaing dalam perebutan gelar hingga akhir musim.
Baca Juga: Skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Tijjani Reijnders Jadi Sorotan!
Salah satu masalah utama Persebaya adalah inkonsistensi saat menghadapi tim papan bawah. Dalam beberapa laga penting, Bajul Ijo justru kehilangan poin yang seharusnya bisa diamankan. Hal tersebut berbeda dengan Persib yang tampil lebih stabil sepanjang kompetisi.
Keberhasilan Persib musim ini memang layak dijadikan contoh. Di bawah pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung tampil disiplin dan efektif. Mereka bukan tim paling glamor dari sisi permainan menyerang, tetapi sangat kuat dalam menjaga ritme kompetisi.
Persib juga berhasil membangun keseimbangan antara pemain senior dan muda. Kehadiran sosok berpengalaman seperti Marc Klok dipadukan dengan energi pemain muda membuat skuad mereka lebih matang dibanding musim-musim sebelumnya.
Selain faktor teknis, manajemen Persib juga dianggap sukses menciptakan suasana klub yang lebih stabil. Minim konflik internal dan dukungan penuh dari manajemen membuat tim bisa fokus sepenuhnya di lapangan.
Baca Juga: Cedera Parah Tak Bunuh Mimpi Alphonso Davies, Kanada Masih Menunggu Sang Roket Bayern
Persebaya sebenarnya memiliki modal besar untuk mengikuti jejak tersebut. Basis suporter yang fanatik, sejarah besar klub, dan kekuatan finansial yang cukup membuat Bajul Ijo selalu masuk daftar kandidat penantang gelar setiap musim.
Bonek juga terus menunjukkan loyalitas luar biasa meski tim belum kembali meraih gelar liga dalam waktu lama.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo bahkan sering disebut sebagai salah satu yang paling mengintimidasi bagi tim tamu di Indonesia.
Namun dalam sepak bola modern, fanatisme suporter saja tidak cukup. Dibutuhkan kestabilan proyek jangka panjang agar klub bisa benar-benar bersaing menjadi juara.
Baca Juga: Skuad Kolombia Resmi Dirilis: James Rodriguez Masih Jadi Jenderal Los Cafeteros
Menariknya, pola keberhasilan Persib sebenarnya mirip dengan beberapa klub sukses di Asia Tenggara. Klub-klub seperti Buriram United di Thailand atau Johor Darul Ta’zim di Malaysia juga membangun dominasi lewat kestabilan manajemen dan proyek jangka panjang, bukan perubahan instan setiap musim.
Persebaya kini berada di persimpangan penting. Jika terus berganti arah setiap musim, mereka berisiko kembali terjebak dalam siklus inkonsistensi. Namun jika mampu meniru kesabaran dan struktur yang dimiliki Persib, peluang Bajul Ijo kembali menjadi juara tentu terbuka lebar.
Bagi para pendukung Persebaya, harapan itu jelas masih hidup. Sebab sejarah sudah membuktikan bahwa klub sebesar Bajul Ijo selalu punya potensi untuk kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








