Hanya 158 Menit Bermain, Kurzawa Tinggalkan Persib dengan Status Juara

AKURAT BANTEN - Kebersamaan antara Persib Bandung dan Layvin Kurzawa akhirnya resmi berakhir. Meski hanya berlangsung dalam waktu singkat dan jauh dari sorotan utama sepanjang musim, bek asal Prancis itu tetap meninggalkan jejak tersendiri dalam perjalanan Maung Bandung menuju gelar juara Super League 2025/2026.
Kepergian Kurzawa menjadi salah satu bagian dari evaluasi skuad yang dilakukan Persib setelah sukses mengakhiri musim dengan trofi juara.
Nama mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut memang sempat menyita perhatian ketika didatangkan ke Bandung. Pengalamannya bermain di kompetisi elite Eropa membuat banyak Bobotoh berharap ia bisa menjadi pembeda di lini pertahanan Persib.
Namun perjalanan Kurzawa di Indonesia ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi. Berdasarkan catatan musim 2025/2026, pemain berusia 33 tahun itu hanya mencatat total 158 menit bermain bersama Persib. Waktu bermain yang minim membuat kontribusinya di atas lapangan tidak terlalu menonjol dibanding pemain asing lainnya.
Baca Juga: Manchester City Kuasai Piala Dunia 2026! Ronaldo dan Messi Kembali Pecahkan Rekor Bersejarah
Meski demikian, Kurzawa tetap berhasil mencatatkan satu assist selama membela Persib. Catatan tersebut memang tidak spektakuler, tetapi cukup menunjukkan bahwa dirinya tetap mampu memberikan kontribusi saat mendapat kesempatan bermain.
Yang paling penting, Kurzawa meninggalkan Bandung dengan status juara. Ia menjadi bagian dari skuad Persib yang berhasil mempertahankan konsistensi sepanjang musim hingga akhirnya mengangkat trofi Super League 2025/2026.
Dalam pernyataan perpisahannya, Kurzawa menyampaikan rasa terima kasih kepada klub dan para pendukung yang telah menerima dirinya selama berada di Indonesia.
"Terima kasih untuk semua orang di Persib. Saya bangga pernah menjadi bagian dari klub besar ini," tulis Kurzawa melalui akun media sosialnya.
Baca Juga: Roy Keane Meragukan, Mainoo Justru Sesumbar: Inggris Siap Juara Piala Dunia!
Meski durasi bermainnya terbatas, kehadiran Kurzawa sebenarnya tetap memberikan nilai tersendiri bagi Persib. Pengalaman panjangnya di level Eropa menghadirkan atmosfer profesional yang bisa menjadi contoh bagi pemain-pemain muda di dalam skuad.
Sebelum bergabung dengan Persib, Kurzawa memiliki karier yang cukup mentereng. Ia pernah memperkuat AS Monaco dan Paris Saint-Germain, dua klub besar Prancis yang rutin tampil di Liga Champions. Bersama PSG, ia memenangkan berbagai gelar domestik, termasuk beberapa trofi Ligue 1.
Kurzawa juga pernah mencatatkan 13 penampilan bersama Timnas Prancis. Salah satu momen paling dikenang adalah ketika ia menjadi bagian dari generasi Les Bleus yang mulai berkembang sebelum era juara dunia 2018.
Namun seperti banyak pemain Eropa yang memasuki fase akhir karier, tantangan cedera dan persaingan ketat membuat menit bermainnya semakin berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Roy Keane Tak Percaya Inggris! Tiga Negara Ini Justru Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Situasi serupa tampaknya kembali terjadi di Persib. Persaingan di sektor pertahanan yang cukup ketat membuat Kurzawa kesulitan mendapatkan tempat reguler dalam tim asuhan Bojan Hodak.
Meski begitu, perjalanan singkatnya tetap berakhir manis. Tidak semua pemain bisa mengakhiri kebersamaan dengan sebuah trofi, dan itu menjadi sesuatu yang akan selalu dikenang dalam karier Kurzawa.
Bagi Persib, kepergian Kurzawa menjadi sinyal dimulainya penyegaran skuad menjelang musim baru. Setelah berhasil meraih gelar juara, manajemen tentu ingin memastikan tim tetap kompetitif untuk mempertahankan prestasi sekaligus bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara bagi Kurzawa, perpisahan ini menutup satu bab unik dalam kariernya. Dari stadion-stadion besar Eropa hingga atmosfer fanatik Stadion Gelora Bandung Lautan Api, ia sempat merasakan pengalaman berbeda yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Baca Juga: 104 Pertandingan dan 48 Negara! Piala Dunia 2026 Siap Ubah Sejarah Sepak Bola Dunia
Waktu bermainnya memang hanya 158 menit. Namun dalam sepak bola, terkadang sebuah trofi jauh lebih lama dikenang dibanding jumlah menit yang tercatat di lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








