Mengapa Shin Tae-yong Memilih Persija? Ambisi Besar Mengembalikan Macan Kemayoran ke Puncak

AKURAT BANTEN - Kepastian bergabungnya Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta menjadi salah satu kabar terbesar di sepak bola Indonesia musim ini.
Setelah beberapa bulan menganggur pasca meninggalkan Ulsan HD, pelatih asal Korea Selatan itu akhirnya kembali ke Indonesia. Namun pertanyaan yang muncul adalah: mengapa Persija?
Jawaban tersebut akhirnya diungkap langsung oleh Shin Tae-yong saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Macan Kemayoran di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6).
Dalam pernyataan pertamanya, eks pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa tantangan dan ambisi besar Persija menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran tersebut.
"Ayo buat Jakarta kembali berjaya," ujar Shin Tae-yong dalam pesan yang langsung disambut antusias oleh Jakmania.
Kalimat singkat itu menggambarkan misi yang kini berada di pundaknya. Persija memang bukan klub sembarangan. Sebagai salah satu tim dengan basis suporter terbesar di Indonesia, tekanan untuk meraih gelar juara selalu hadir setiap musim. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Macan Kemayoran belum mampu kembali menjadi penguasa kompetisi nasional.
Musim lalu sebenarnya tidak buruk. Persija berhasil finis di papan atas Super League 2025/2026. Namun hasil tersebut belum cukup memuaskan manajemen yang sejak awal menargetkan gelar juara. Karena itulah Mauricio Souza dilepas dan Persija memilih memulai era baru bersama Shin Tae-yong.
Menariknya, faktor proyek jangka panjang juga disebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Shin. Selama menangani Timnas Indonesia, ia dikenal sebagai pelatih yang gemar membangun tim dari fondasi pemain muda. Filosofi tersebut dinilai cocok dengan komposisi skuad Persija saat ini yang dihuni sejumlah pemain muda potensial.
Baca Juga: Bikin Telinga Berdenging Seharian, Vuvuzela Tak Lagi Diizinkan di Piala Dunia 2026
Selain itu, Shin juga tidak akan memulai semuanya dari nol. Beberapa pemain Persija merupakan mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia.
Nama seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga Dony Tri Pamungkas sudah sangat familiar dengan metode latihan dan tuntutan disiplin ala Shin Tae-yong.
Kondisi itu diyakini akan mempercepat proses adaptasi tim. Tak perlu waktu lama bagi para pemain untuk memahami filosofi permainan yang ingin diterapkan pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Di luar faktor teknis, ada alasan lain yang membuat Persija menjadi destinasi menarik. Klub ibu kota memiliki fasilitas yang semakin berkembang, dukungan suporter luar biasa, serta ambisi besar menyambut usia Jakarta yang akan memasuki lima abad pada 2027.
Baca Juga: Saat Pelatih Lain Mulai Khawatir, Tuchel Justru Santai Hadapi Ancaman Cuaca Piala Dunia 2026
Persija ingin menjadi simbol kejayaan ibu kota, dan Shin melihat peluang untuk menjadi bagian dari proyek tersebut.
Rekam jejak Shin sendiri membuat ekspektasi langsung melambung tinggi. Selama melatih Timnas Indonesia, ia sukses mengubah wajah sepak bola nasional dengan membawa Garuda menembus berbagai pencapaian bersejarah, termasuk peningkatan prestasi di level Asia dan regenerasi pemain muda yang berjalan lebih cepat.
Kini tantangannya berbeda. Jika sebelumnya membangun tim nasional, kali ini ia harus menghadapi ritme kompetisi klub yang menuntut hasil setiap pekan. Targetnya pun jelas: membawa Persija kembali menjadi kandidat kuat juara.
Bagi Jakmania, kedatangan Shin Tae-yong bukan sekadar pergantian pelatih. Ini adalah simbol dimulainya era baru dengan harapan besar di belakangnya.
Baca Juga: Neymar di Ujung Tanduk! Hasil MRI Pekan Depan Bisa Tentukan Nasibnya di Piala Dunia 2026
Dan ketika Shin mengajak semua pihak untuk "membuat Jakarta kembali berjaya", kalimat itu terdengar lebih dari sekadar slogan. Itu adalah janji sekaligus tantangan yang kini harus dibuktikannya di atas lapangan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026





