Banten

Kontroversi Inggris vs Ghana! Keputusan Wasit Bikin Pelatih Black Stars Geram dan Sindir VAR

Aullia Rachma Puteri | 24 Juni 2026, 23:57 WIB
Kontroversi Inggris vs Ghana! Keputusan Wasit Bikin Pelatih Black Stars Geram dan Sindir VAR
Laga Inggris melawan Ghana.

AKURAT BANTEN - Kemenangan Inggris atas Ghana pada laga Grup L Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan kontroversi yang lebih panas daripada hasil pertandingan itu sendiri.

Di tengah keberhasilan The Three Lions mengamankan tiket ke fase gugur, kubu Ghana justru melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR).

Sorotan utama muncul dari pelatih Ghana, Carlos Queiroz, yang merasa timnya dirugikan oleh beberapa keputusan penting sepanjang pertandingan.

Bahkan, mantan pelatih Real Madrid dan tim nasional Portugal tersebut melontarkan sindiran pedas yang langsung menjadi perbincangan di media internasional.

Baca Juga: Hydration Break Jadi Kontroversi Baru Piala Dunia 2026, FIFA Akhirnya Buka Suara

"Mungkin VAR sedang pergi ngopi ketika insiden itu terjadi," ucap Queiroz dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Hal itu disampaikan merujuk pada dua momen yang menurutnya seharusnya menghasilkan penalti dan kartu merah untuk Inggris.

Kontroversi pertama terjadi pada babak pertama ketika salah satu pemain Ghana terjatuh di area penalti setelah kontak dengan bek Inggris.

Para pemain Black Stars langsung mengajukan protes, tetapi wasit memutuskan permainan tetap berlanjut. VAR kemudian melakukan pemeriksaan singkat dan tidak merekomendasikan peninjauan ulang di pinggir lapangan.

Baca Juga: Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Son Heung-min Siap Jadi Algojo di Laga Penentuan Grup A

Momen kedua yang memicu kemarahan Ghana terjadi pada babak kedua. Queiroz menilai salah satu pemain Inggris melakukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan lawan dan layak diganjar kartu merah langsung. Namun wasit hanya memberikan peringatan dan kembali tidak mengubah keputusan setelah komunikasi dengan tim VAR.

Menurut Queiroz, keputusan-keputusan tersebut memiliki dampak besar terhadap jalannya pertandingan. Ia menilai Ghana tampil kompetitif dan mampu memberikan tekanan kepada Inggris, tetapi kehilangan momentum akibat sejumlah keputusan yang dianggap merugikan.

Meski tidak menyebut adanya unsur keberpihakan, pelatih berusia 73 tahun itu mempertanyakan konsistensi penerapan teknologi VAR yang seharusnya hadir untuk meminimalkan kesalahan manusia.

Kontroversi wasit memang menjadi salah satu tema yang kerap muncul dalam turnamen besar. Meski FIFA terus mengembangkan sistem VAR sejak diperkenalkan secara luas pada Piala Dunia 2018, perdebatan mengenai interpretasi insiden di lapangan tetap sulit dihindari.

Baca Juga: Jet Pribadi, Piala Dunia, dan Emisi Karbon: Presiden FIFA Disorot, Janji Ramah Lingkungan Dipertanyakan

Di sisi lain, kubu Inggris memilih tidak terlalu menanggapi kritik tersebut. Pelatih Thomas Tuchel menegaskan fokus timnya adalah hasil akhir dan performa pemain di lapangan. Menurutnya, keputusan wasit merupakan bagian dari pertandingan yang harus diterima semua pihak.

Inggris sendiri berhasil mengamankan kemenangan penting berkat efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang. Harry Kane kembali menjadi figur sentral di lini depan, sementara Jude Bellingham menunjukkan perannya sebagai motor permainan yang mampu menghubungkan lini tengah dan serangan.

Hasil tersebut memastikan Inggris melangkah ke babak gugur dengan catatan yang cukup meyakinkan. Setelah sebelumnya mengalahkan Kroasia, kemenangan atas Ghana memperkuat status mereka sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh di turnamen ini.

Bagi Ghana, kekalahan itu membuat peluang mereka semakin menipis. Meski masih memiliki kesempatan secara matematis, nasib Black Stars kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.

Baca Juga: Ronaldo Berteriak "Saya Kembali!", Zlatan Langsung Menyentil: "Dia Tidak Pernah Pergi ke Mana-Mana"

Namun terlepas dari situasi klasemen, pembicaraan setelah laga justru lebih banyak berkisar pada kontroversi keputusan wasit dibanding kualitas permainan kedua tim.

Di media sosial, banyak pendukung Ghana menyuarakan kekecewaan mereka, sementara sebagian penggemar netral juga mempertanyakan beberapa keputusan yang diambil selama pertandingan.

FIFA sendiri hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait kritik yang disampaikan Queiroz. Namun seperti yang sering terjadi dalam turnamen besar, perdebatan mengenai VAR kemungkinan akan terus berlanjut selama masih ada keputusan yang dianggap kontroversial.

Yang jelas, kemenangan Inggris mungkin sudah tercatat dalam statistik. Tetapi bagi Ghana, pertandingan ini akan lebih lama dikenang karena satu pertanyaan yang terus menggantung setelah peluit akhir berbunyi: apakah mereka benar-benar kalah karena kualitas lawan, atau karena keputusan yang tidak berpihak kepada mereka?

Baca Juga: Dicibir Setelah Laga Pertama, Ronaldo Langsung Cetak Rekor Bersejarah yang Hanya Bisa Disamai Messi

Dan ketika pelatih Ghana menyindir bahwa "VAR sedang pergi ngopi", kontroversi itu pun langsung menjadi salah satu cerita paling ramai di Piala Dunia 2026.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.