Banten

Euforia Meksiko ke Babak 32 Besar Berujung Kericuhan, Belasan Suporter Diamankan Polisi

Aullia Rachma Puteri | 25 Juni 2026, 23:10 WIB
Euforia Meksiko ke Babak 32 Besar Berujung Kericuhan, Belasan Suporter Diamankan Polisi
Fans timnas Meksiko pada Piala Dunia 2018.

AKURAT BANTEN - Kelolosan Meksiko ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi malam penuh kebahagiaan bagi para pendukung El Tri. Namun, pesta yang berlangsung di sejumlah kota justru diwarnai kericuhan hingga membuat aparat keamanan turun tangan dan mengamankan belasan suporter.

Meksiko memang sedang berada dalam periode yang membangkitkan optimisme publik sepak bola mereka. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, El Tri tampil impresif sejak awal turnamen.

Tim besutan Javier Aguirre menjadi negara pertama yang memastikan tempat di fase gugur setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0 melalui gol Luis Romo pada laga kedua Grup A. Kemenangan tersebut membuat Meksiko mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan mengunci posisi di babak 32 besar.

Momentum positif itu berlanjut saat Meksiko menuntaskan fase grup dengan kemenangan meyakinkan atas Republik Ceko. Hasil tersebut membuat El Tri melaju sebagai juara Grup A dan menjaga harapan publik untuk melihat tim nasional mereka mengukir prestasi terbaik di rumah sendiri. Atmosfer euforia pun langsung menyebar ke berbagai penjuru negeri.

Baca Juga: Prediksi Skor Jepang Vs Swedia: Samurai Biru Bidik Tiket Fase Gugur, Blagult Datang Membawa Ancaman

Ribuan suporter turun ke jalan untuk merayakan keberhasilan tersebut. Bendera Meksiko berkibar di mana-mana, klakson kendaraan bersahut-sahutan, sementara lagu-lagu khas suporter menggema sepanjang malam.

Di beberapa titik keramaian, para pendukung memenuhi jalan raya dan pusat kota untuk merayakan pencapaian yang dianggap sebagai salah satu awal terbaik Meksiko di ajang Piala Dunia dalam dua dekade terakhir.

Namun, suasana pesta tidak sepenuhnya berjalan lancar. Menurut laporan dari beberapa media, aparat kepolisian terpaksa mengamankan belasan suporter akibat berbagai pelanggaran ketertiban selama perayaan berlangsung.

Beberapa insiden dilaporkan terjadi ketika kerumunan semakin sulit dikendalikan dan sebagian pendukung melakukan tindakan yang dianggap mengganggu keamanan publik.

Baca Juga: Drama VAR Bikin Vinicius Jr Murka! Brasil Menang, Tapi Bintang Real Madrid Tak Bisa Sembunyikan Kekesalannya

Meski begitu, secara umum mayoritas perayaan berlangsung damai. Sebagian besar pendukung hanya ingin menikmati momen bersejarah setelah tim kesayangan mereka tampil meyakinkan di hadapan publik sendiri.

Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena Meksiko gagal melewati fase grup pada Piala Dunia 2022, sehingga pencapaian kali ini dianggap sebagai bukti kebangkitan El Tri di bawah arahan Aguirre.

Pelatih Javier Aguirre sendiri meminta para pemain dan suporter untuk tidak terlena. Menurutnya, target utama tim belum tercapai karena tantangan yang lebih berat menanti di fase gugur.

Aguirre menilai keberhasilan menjadi juara grup hanyalah langkah awal dalam perjalanan panjang menuju impian besar mengangkat trofi Piala Dunia di depan publik sendiri.

Baca Juga: Hydration Break Jadi Kontroversi Baru Piala Dunia 2026, FIFA Akhirnya Buka Suara

Kini perhatian Meksiko beralih ke babak 32 besar. Dengan dukungan puluhan juta pendukung dan kepercayaan diri yang terus meningkat, El Tri memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh. Namun, peristiwa yang terjadi saat perayaan kelolosan menjadi pengingat bahwa euforia sepak bola tetap harus dirayakan secara tertib.

Bagi para suporter Meksiko, keberhasilan tim nasional memang layak dirayakan. Akan tetapi, mereka tentu berharap sorotan utama tetap tertuju pada prestasi El Tri di lapangan, bukan pada insiden yang terjadi di luar stadion.

Dengan fase gugur yang semakin dekat, seluruh negeri kini menantikan apakah pesta sesungguhnya masih akan berlanjut bersama perjalanan Meksiko di Piala Dunia 2026.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.