Banten

Arsene Wenger Buka Suara! Jawaban Tegas soal Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026 yang Banjir Kritik

Aullia Rachma Puteri | 19 Juli 2026, 22:33 WIB
Arsene Wenger Buka Suara! Jawaban Tegas soal Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026 yang Banjir Kritik
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger.

AKURAT BANTEN - Penerapan aturan jeda minum (hydration break) di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kebijakan FIFA yang paling banyak menuai perdebatan.

Di satu sisi, aturan tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan para pemain di tengah cuaca ekstrem. Namun di sisi lain, banyak pelatih, pemain, hingga suporter menilai jeda tersebut mengganggu ritme pertandingan.

Menanggapi berbagai kritik itu, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, akhirnya memberikan penjelasan. Mantan manajer Arsenal tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini FIFA tidak menemukan bukti bahwa aturan jeda minum memengaruhi hasil pertandingan selama Piala Dunia 2026. Namun, ia memastikan kebijakan tersebut akan dievaluasi secara menyeluruh setelah turnamen berakhir.

Menurut Wenger, keputusan menerapkan jeda minum di setiap pertandingan bukan diambil tanpa alasan. Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang memiliki kondisi cuaca sangat beragam. Sejumlah pertandingan dimainkan dalam suhu tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko kelelahan akibat panas.

Baca Juga: Pakar Sepak Bola Mulai Angkat Bicara! Ini Prediksi Mereka untuk Final Spanyol vs Argentina

Karena alasan itulah, FIFA menetapkan jeda hidrasi selama tiga menit di pertengahan masing-masing babak untuk seluruh pertandingan, bukan hanya laga yang berlangsung di wilayah bersuhu tinggi. Kebijakan tersebut dibuat agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antarlaga selama turnamen.

Meski demikian, Wenger mengakui respons publik terhadap aturan baru itu memang beragam.

"Tidak terlihat kepada saya bahwa jeda hidrasi mengubah hasil kompetisi. Namun kami ada untuk melayani orang-orang yang menonton sepak bola," kata Wenger dalam konferensi pers menjelang final Piala Dunia 2026.

Ia menambahkan bahwa FIFA akan melakukan analisis mendalam sebelum memutuskan apakah aturan tersebut akan dipertahankan pada turnamen berikutnya.

Baca Juga: 22 Laga, 22 Gol! Kylian Mbappe Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Sejak awal turnamen, jeda minum memang menjadi bahan perdebatan. Banyak suporter yang hadir di stadion sempat melontarkan siulan ketika pertandingan dihentikan, terutama pada laga yang dimainkan di stadion beratap atau di kota dengan suhu relatif sejuk.

Salah satu kritik datang dari pelatih Inggris Thomas Tuchel. Menurutnya, jeda tersebut memiliki dampak yang lebih besar daripada perkiraan awal karena memutus momentum pertandingan dan memberikan kesempatan kepada kedua tim untuk mengatur ulang strategi.

Nada serupa juga disampaikan pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa. Ia menilai penghentian pertandingan untuk jeda minum mengurangi esensi alami sepak bola yang selama ini dimainkan tanpa banyak interupsi. Bagi Bielsa, ritme pertandingan merupakan bagian penting dari keindahan permainan.

Sementara itu, ada pula pihak yang mendukung kebijakan FIFA. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente serta kapten Belanda Virgil van Dijk menganggap jeda hidrasi memang dibutuhkan ketika pertandingan berlangsung dalam suhu ekstrem.

Baca Juga: Lamine Yamal vs Cristian Romero! Duel Penentu yang Bisa Mengubah Nasib Final Piala Dunia 2026

Namun, keduanya juga mempertanyakan perlunya aturan yang sama diterapkan pada pertandingan di stadion tertutup atau wilayah dengan cuaca lebih sejuk.

Perbedaan kondisi cuaca memang menjadi tantangan tersendiri pada Piala Dunia 2026. Beberapa pertandingan di Meksiko dan sebagian wilayah Amerika Serikat dimainkan dalam temperatur tinggi, sedangkan laga-laga di Kanada maupun kota seperti Boston berlangsung dalam kondisi yang jauh lebih dingin.

Situasi inilah yang membuat FIFA memilih menggunakan satu aturan yang berlaku untuk semua pertandingan demi menjaga konsistensi penyelenggaraan.

Wenger menegaskan bahwa aspek medis menjadi pertimbangan utama di balik kebijakan tersebut. Menurutnya, dalam sejumlah pertandingan, jeda hidrasi benar-benar diperlukan untuk menjaga keselamatan pemain.

Baca Juga: Perang Otak di Final Piala Dunia! De la Fuente dan Scaloni Siapkan Jurus Rahasia

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya perubahan regulasi setelah seluruh masukan dari pemain, pelatih, ofisial, penyiar, dan suporter dipelajari secara menyeluruh.

Aturan jeda minum menjadi salah satu inovasi yang paling banyak dibicarakan sepanjang Piala Dunia 2026, selain penambahan cincin juara bagi tim pemenang dan rencana pertunjukan hiburan pada final.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, FIFA memastikan seluruh kebijakan baru akan menjadi bahan evaluasi setelah turnamen usai.

Dengan demikian, masa depan aturan jeda minum masih belum diputuskan. FIFA akan menimbang manfaat medis, kualitas pertandingan, serta pengalaman para penonton sebelum menentukan apakah kebijakan tersebut akan kembali diterapkan pada kompetisi internasional berikutnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.