Scaloni Buka Suara usai Gagal Pertahankan Gelar! Isyarat Tinggalkan Argentina Muncul?

AKURAT BANTEN - Kegagalan Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia 2026 menyisakan duka mendalam bagi pelatih Lionel Scaloni. Setelah Albiceleste kalah 0-1 dari Spanyol pada final yang digelar di New York New Jersey Stadium, pelatih berusia 48 tahun itu tidak hanya berbicara soal jalannya pertandingan, tetapi juga mengisyaratkan bahwa dirinya perlu memikirkan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Scaloni tampak emosional. Ia mengakui kekalahan tersebut sangat menyakitkan, namun tetap menegaskan bahwa para pemainnya telah memberikan segalanya sepanjang turnamen.
"Kami sudah memberikan yang terbaik. Sekarang saya harus berpikir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya," ujar Scaloni, yang kemudian memunculkan spekulasi mengenai masa depannya bersama tim nasional Argentina.
Meski demikian, Scaloni tidak secara tegas menyatakan akan mengundurkan diri. Ia menjelaskan bahwa keputusan mengenai masa depannya akan dibahas lebih lanjut bersama Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, setelah seluruh rangkaian Piala Dunia selesai. Hingga kini, kontraknya bersama Argentina masih berlaku hingga akhir tahun 2026.
Pelatih yang mulai menangani Argentina sejak 2018 itu tampak beberapa kali menahan air mata ketika menjawab pertanyaan wartawan. Bahkan, dalam salah satu momen konferensi pers, Scaloni memilih mengakhiri sesi lebih cepat karena tidak mampu lagi menyembunyikan emosinya. Para jurnalis yang hadir memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya selama memimpin Albiceleste.
Scaloni juga memberikan penghormatan khusus kepada Lionel Messi, yang kemungkinan besar telah memainkan pertandingan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
"Saya selalu mengatakan hal yang sama. Bagi saya, Messi adalah pemain terbaik sepanjang sejarah. Apa yang sudah dia lakukan untuk Argentina tidak akan pernah terlupakan," kata Scaloni.
Meski gagal mempertahankan gelar, Scaloni meminta publik Argentina tetap bangga terhadap pencapaian timnya. Menurutnya, mencapai final Piala Dunia untuk kedua edisi beruntun merupakan prestasi yang tidak mudah diraih.
Baca Juga: Argentina Kalah di Final, Buenos Aires Membara! Milei Tetap Umumkan Libur Nasional untuk Messi Cs
"Kami memang kalah, tetapi para pemain pantas mendapatkan apresiasi. Mereka sudah berjuang sampai titik terakhir," ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Scaloni, Argentina menikmati salah satu era tersukses dalam sejarah sepak bola mereka.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 2018, mantan bek Deportivo La Coruña dan Lazio itu berhasil mengakhiri puasa gelar Argentina dengan menjuarai Copa America 2021, kemudian mempertahankan trofi tersebut pada Copa America 2024.
Ia juga membawa Albiceleste memenangi Finalissima 2022 dan mencapai puncak kejayaan dengan menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Keberhasilan itu membuat Scaloni dipandang sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah tim nasional Argentina. Karena itu, munculnya sinyal bahwa ia sedang mempertimbangkan masa depannya langsung menjadi perhatian besar di Argentina maupun dunia sepak bola internasional.
Baca Juga: Kontroversi di Balik Final Piala Dunia 2026! Siasat Argentina Tuai Kritik Tajam dari Pengamat
Dalam final Piala Dunia 2026, Argentina sebenarnya datang dengan status juara bertahan. Namun, mereka kesulitan menembus pertahanan disiplin Spanyol.
La Roja akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu, sekaligus merebut gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.
Scaloni mengakui Spanyol layak menjadi juara. Ia memuji permainan kolektif tim asuhan Luis de la Fuente yang mampu membatasi ruang gerak para pemain Argentina sepanjang pertandingan.
"Kami menghadapi tim yang bermain sangat baik. Mereka pantas mendapatkan kemenangan," ungkapnya.
Kini, perhatian publik Argentina tidak hanya tertuju pada masa depan Lionel Messi, tetapi juga pada keputusan Scaloni. Apakah ia akan melanjutkan proyek bersama Albiceleste menuju Copa America berikutnya dan kualifikasi Piala Dunia, atau memilih mengakhiri perjalanan yang telah menghasilkan empat trofi internasional?
Baca Juga: Bukan Messi atau Mbappe! David Beckham Justru Jadi Ikon Terbesar Piala Dunia 2026 di Amerika
Jawabannya memang belum pasti. Namun, satu hal yang tidak terbantahkan, Lionel Scaloni telah mengubah wajah sepak bola Argentina.
Terlepas dari kegagalan di final Piala Dunia 2026, warisannya sebagai pelatih yang mengembalikan Albiceleste ke puncak dunia akan tetap dikenang sebagai salah satu era paling gemilang dalam sejarah sepak bola Argentina.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










