Banten

Heboh! Petisi Blokir Argentina dari Piala Dunia Tembus 23 Juta Tanda Tangan, Ini Penyebabnya

Aullia Rachma Puteri | 26 Juli 2026, 00:56 WIB
Heboh! Petisi Blokir Argentina dari Piala Dunia Tembus 23 Juta Tanda Tangan, Ini Penyebabnya
Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina.

AKURAT BANTEN - Gelombang kontroversi yang mengiringi kiprah Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 belum juga mereda. Sebuah petisi daring yang menyerukan agar La Albiceleste dilarang tampil di Piala Dunia mendatang dikabarkan telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan dari sekitar 170 negara, menjadikannya salah satu petisi olahraga paling viral dalam beberapa tahun terakhir.

Petisi tersebut muncul di tengah turnamen setelah banyak penggemar sepak bola menuduh FIFA dan perangkat pertandingan memberikan perlakuan istimewa kepada Argentina serta kapten mereka, Lionel Messi.

Dalam isi petisi itu, penyelenggara mempertanyakan netralitas kompetisi dan menuding hasil pertandingan telah dipengaruhi oleh keputusan-keputusan wasit yang dianggap menguntungkan Argentina. Namun, tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang telah diverifikasi, dan FIFA juga telah membantah adanya keberpihakan terhadap tim mana pun.

Petisi yang bertajuk "Argentina Out" itu awalnya hanya menargetkan lima juta tanda tangan. Namun, dalam waktu kurang dari sepekan, jumlah pendukungnya melonjak hingga lebih dari 23 juta, melampaui ekspektasi penyelenggara.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pasang Syarat di Al Nassr, Bruno Fernandes Jadi Target Utama Rekrutan Baru

Meski demikian, tingginya jumlah dukungan tersebut tidak memiliki konsekuensi hukum maupun olahraga, sehingga tidak dapat memengaruhi status keikutsertaan Argentina di ajang resmi FIFA.

Kontroversi semakin memanas setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York. Seusai pertandingan, sejumlah insiden di lapangan melibatkan pemain Argentina menjadi sorotan publik.

Beberapa media internasional bahkan menyebut perilaku skuad La Albiceleste setelah laga sebagai tindakan yang tidak mencerminkan sportivitas.

Di sisi lain, muncul pula petisi tandingan dari pendukung Argentina. Lewat platform Change.org, lebih dari 80 ribu orang meminta FIFA menggelar ulang final Piala Dunia dengan alasan terdapat keputusan wasit yang dianggap merugikan Argentina. Namun, seperti petisi sebelumnya, klaim tersebut juga tidak didukung bukti yang telah diverifikasi, sehingga tidak mendapat respons dari FIFA.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Liga Inggris 2026/2027 Resmi Dimulai, Arsenal vs Coventry Jadi Pembuka Musim

FIFA sendiri tidak pernah mengisyaratkan akan mempertimbangkan tuntutan dalam kedua petisi tersebut. Sesuai regulasi, keikutsertaan sebuah negara di Piala Dunia hanya dapat dipengaruhi oleh pelanggaran terhadap Statuta FIFA, kode etik, atau regulasi disiplin, bukan oleh petisi publik. Hingga saat ini, tidak ada keputusan ataupun investigasi resmi yang mengarah pada sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).

Presiden Argentina, Javier Milei, turut menanggapi derasnya kritik yang ditujukan kepada tim nasional negaranya. Ia menilai reaksi tersebut muncul karena Argentina selalu menjadi pusat perhatian di dunia sepak bola. Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente juga mengomentari insiden seusai final dengan menyebut tindakan beberapa pemain Argentina sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima".

Meski diterpa berbagai kontroversi, posisi Argentina sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia tidak berubah. La Albiceleste tetap dijadwalkan mengikuti siklus kompetisi internasional berikutnya, termasuk Piala Dunia 2030, selama memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan FIFA.

Baca Juga: Ollie Watkins Berpotensi Tinggalkan Aston Villa, Arsenal dan Manchester United Siap Bersaing

Hingga kini, badan sepak bola dunia tersebut juga belum mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap status Argentina di kompetisi mendatang.

Viralnya petisi dengan jutaan tanda tangan menunjukkan besarnya emosi yang muncul setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

Namun, secara faktual, petisi tersebut hanyalah bentuk ekspresi publik dan tidak memiliki kekuatan untuk mengubah hasil pertandingan ataupun membatalkan keikutsertaan Argentina di turnamen FIFA. Dengan demikian, La Albiceleste tetap berhak tampil pada kompetisi internasional berikutnya sesuai regulasi yang berlaku.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.