VIRAL! Ketika Siswa Memilih Jembatan, Bukan Sekadar Makan Bergizi : Pilihan Pahit Siswa di Sekolah Terpencil yang Menyentak Nurani

AKURAT BANTEN-Viralnya video perjuangan siswa dan guru di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyentak nurani publik.
Dalam unggahan akun Instagram @najib_nadir, terlihat anak-anak harus menyeberangi sungai berarus deras demi bisa belajar di sekolah.
Sumber video tersebut dikutip pada Senin, 16 Februari 2026, dan telah ditonton lebih dari 220 ribu kali.
Ini merupakan fakta dan bukan sekadar konten viral, tetapi potret nyata ketimpangan akses pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Baca Juga: Dukung Program Cek Kesehatan Gratis, Gubernur Banten Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Lebak
Didalam video tersebut, seorang guru memberikan pertanyaan dengan membandingkan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pembangunan jembatan. Anak-anak kompak menjawab: jembatan.
Dialog tersebut bukan suatu bentuk penolakan terhadap program pemenuhan gizi, namum jeritan kebutuhan paling mendasar bagi mereka, yaitu akses aman menuju sekolah.
Karena bagi mereka tanpa infrastruktur pendidikan yang layak, program sebaik apa pun sulit dirasakan manfaatnya.
Isu ini berkaitan erat dengan akses pendidikan, pemerataan pembangunan, keselamatan siswa, infrastruktur sekolah, dan kebijakan publik berbasis kebutuhan.
Sungai yang berwarna coklat dengan arus deras, bahkan sewaktu-waktu bisa meluap ketika kondisi hujan, dapat menjadi ancaman nyata.
Guru dan anak-anak harus “menantang nyawa” setiap harinya, membuat tidak tenang belajar ketika hujan turun karena takut air sungai meluap.
Hal ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum dan program nasional, tetapi juga oleh akses fisik yang aman dan layak.
Pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan pemetaan prioritas berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Baca Juga: 'Naga-Naga Akan Saya Lawan!' – Prabowo Gebrak Meja di Kartanegara, Susno Duaji Saksi Kuncinya!
Pembangunan jembatan di wilayah terpencil bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi keselamatan dan masa depan generasi bangsa.
Ketika siswa lebih memilih jembatan daripada makan bergizi gratis, tersirat sangat jelas, pendidikan yang aman adalah fondasi utama sebelum program lain dijalankan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










