Perbedaan Waktu Puasa di Berbagai Negara pada Ramadan 2025, Mulai dari Terlama Hingga Tercepat

AKURAT BANTEN - Saat Ramadan 2025 tiba, umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa dengan durasi yang bervariasi, tergantung pada lokasi geografis masing-masing negara.
Sebuah infografis terbaru, yang didasarkan pada perhitungan kalender Muslim World League untuk tanggal 1 Maret 2025, mengungkap betapa beragamnya durasi puasa di berbagai belahan dunia.
Durasi puasa ditentukan oleh panjang siang hari di suatu wilayah, yang bergantung pada posisi geografis serta musim.
Ramadan 2025 jatuh pada bulan Maret hingga April, di mana negara-negara di belahan bumi selatan mengalami hari yang lebih panjang dibandingkan belahan bumi utara.
Baca Juga: Terungkap! 6 Keajaiban Ramadhan yang Bikin Merinding, Nomor 2 Paling Ditunggu
Hal ini berlawanan dengan situasi saat Ramadan jatuh di musim panas, di mana negara-negara di dekat kutub mengalami puasa yang jauh lebih panjang.
Negara dengan Puasa Terlama
Pada tahun 2025, Selandia Baru tercatat sebagai negara dengan durasi puasa terpanjang, yaitu 14 jam 40 menit. Negara lain dengan waktu puasa panjang meliputi:
- Afrika Selatan dengan 14 jam 17 menit
- Brasil dengan 13 jam 37 menit
Durasi puasa yang panjang ini disebabkan oleh posisi geografis negara-negara tersebut, yang mengalami siang lebih panjang pada bulan Maret.
Negara dengan Durasi Puasa Sedang
Beberapa negara berada dalam rentang waktu puasa yang hampir sama, mencerminkan keseimbangan antara siang dan malam di lintang geografis mereka:
- Amerika Serikat, Jepang, dan Turki dengan durasi 12 jam 49 menit
- Spanyol dan Finlandia dengan durasi 12 jam 48 menit
- Inggris dengan durasi 12 jam 47 menit
- Rusia dengan durasi 12 jam 46 menit
Durasi yang hampir sama ini menunjukkan bagaimana lokasi negara-negara tersebut berada di garis lintang menengah, sehingga mereka mengalami durasi siang dan malam yang relatif seimbang pada waktu ini dalam setahun.
Bagaimana dengan Indonesia?
Durasi puasa di Indonesia selama Ramadan 2025 bervariasi tergantung pada lokasi geografis masing-masing daerah.
Secara umum, umat Muslim di Indonesia akan menjalani puasa dengan durasi antara 13 hingga 14 jam per hari.
Perbedaan durasi puasa ini dipengaruhi oleh letak geografis dan waktu terbit serta terbenamnya matahari di setiap wilayah.
Misalnya, wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatera dan Jawa mungkin memiliki durasi puasa yang sedikit berbeda dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua.
Baca Juga: Kehangatan Tradisi Berbuka Puasa: Lebih dari Sekadar Membatalkan Puasa
Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai jadwal imsak dan buka puasa di daerah masing-masing, disarankan merujuk pada sumber resmi seperti Kementerian Agama atau aplikasi keagamaan terpercaya yang menyediakan jadwal imsakiyah sesuai dengan lokasi spesifik.
Untuk lengkapnya, berikut daftar negara dengan waktu puasa terlama di dunia.
1. Helsinki, Finlandia - 17 jam 30 menit
2. Nuuk, Greenland - 17 jam
3. Glasgow, Skotlandia - 16 jam 30 menit
4. Ottawa, Kanada - 16 jam 30 menit
5. Zurich, Swiss - 16 jam 30 menit
6. Roma, Italia - 16 jam 30 menit
7. Madrid, Spanyol - 16 jam
8. London, Inggris - 16 jam
9. Paris, Prancis - 15 jam 30 menit
10. Reykjavik, Islandia - 15 jam.
Baca Juga: Simak Hal-Hal yang Harus Dihindari Saat Puasa Ramadan! Maksimalkan Ibadah dengan Baik
Berikut daftar negara dengan waktu puasa tercepat di dunia.
1. Helsinki, Finlandia - 17 jam 30 menit
2. Nuuk, Greenland - 17 jam
3. Glasgow, Skotlandia - 16 jam 30 menit
4. Ottawa, Kanada - 16 jam 30 menit
5. Zurich, Swiss - 16 jam 30 menit
6. Roma, Italia - 16 jam 30 menit
7. Madrid, Spanyol - 16 jam
8. London, Inggris - 16 jam
9. Paris, Prancis - 15 jam 30 menit
10. Reykjavik, Islandia - 15 jam.
Perbedaanya waktu puasa di berbagai negara di dunia ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah karena lokasi geografis, musim dan perubahan waktu matahari, dan faktor lainnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










