Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Cibanten Lingkungan Karang Serang Terancam Digusur

AKURAT BANTEN - Proses normalisasi sungai Cibanten saat ini sedang berlangsung, kegiatan tersebut dicanangkan akan rampung pada bulan Desember 2023 mendatang.
Menurut informasi ada sekitar 60 rumah warga yang tinggal di bantaran sungai bakal digusur. Hal tersebut dilakukan karena bangunan bangungan itu ilegal berada di tanggul sungai Cibanten.
Rasa cemas kini menghantui mereka yang tinggal di bantaran sungai, pasalnya rumah yang puluhan tahun di tinggali untuk berteduh akan digusur karena pengerjaan normalisasi sungai Cibanten.
Salah satu warga, Sutinah (42) saat ini merasa waswas lantaran belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Serang terkait penggusuran rumah di lingkungan Karang Serang, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Cibanten, Puluhan Rumah Terancam Digusur
Ia mengaku hingga saat ini belum ada sosialisasi dari pihak manapun kepada warga di lingkungannya.
Meski demikian ia sudah mengetahui bahwa akan ada proses normalisasi sungai Cibanten.
"Sudah dengar, tapi belum ada musyawarah apa-apa sama warga," katanya.
Ia khawatir rumah yang belum lama di renovasinya itu menjadi salah satu dari 60 rumah yang terdampak gusuran lantaran tinggal tepat pada tanggul sungai Cibanten.
Meski demikian, ia juga sudah menyadari akan konsekuensi tinggal ditanah itu, harus siap jika tanah tersebut hendak digunakan oleh Pemerintah.
"Mau melawan juga gak bisa, kan kita mah numpang di tanah pengairan (BBWSC3). Saya tinggal di sini udah 23 tahun. Tau sih bakal terjadi hal seperti ini (penggusuran)," katanya.
Baca Juga: Warga Korban Gusuran Sungai Cibanten Kebingungan Tidak Punya Tempat Tinggal
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah bisa berlaku bijak kepada warga pribumi yang kini tinggal puluhan tahun di bantaran sungai Cibanten.
"Kalau dikasih kompensasi 2,5 juta mending gak usah mending dikasih aja ke anak yatim, anggap aja kita kalah judi," cetusnya.
Hal serupa juga dirasakan, Jaenal Abidin, Ketua RT setempat, yang tinggal di bantaran sungai Cibanten, ia mengaku semua yang tinggal di tanah milik negara itu adalah pribumi yang sejak tahun 2000an sudah ada di lingkungan Karang Serang.
ia mengatakan kurang lebih ada 35 rumah warganya yang terancang terkena gusuran oleh oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) untuk normalisasi sungai.
Ia juga mengaku belum mendapatkan informasi dari pihak Pemkot Serang atau pun BBWSC3 terkait kompensasi dan waktu penggusuran di lingkungannya.
"Ini kan tanggul, jadi rumah saya juga kena gusuran, belum ada informasi dari kelurahan juga, katanya kesini cuma 3 meter, kalau tiga meter dapur rumah saya yang kena," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







