Banten

Masyarakat Disuruh Makan Ubi, Warga: Tidak Kenyang Cuma Bikin Kentut

Elza Hayarana Sahira | 10 Oktober 2023, 16:08 WIB
Masyarakat Disuruh Makan Ubi, Warga: Tidak Kenyang Cuma Bikin Kentut

AKURAT BANTEN - Harga beras kian merangkak naik. Pemerintah menyarankan masyarakat memakan ubi-ubian sebagai pengganti asupan nutrisi alternatif karbohidrat. 

Di sisi lain, jika mengkonsumsi ubi-ubian terlalu berlebih-lebihan, tentu akan menimbulkan dampak negatif. Salah satunya ubi jalar.

Terlalu banyak makan ubi jalar, dapat menyebabkan risiko terkena batu ginjal, gangguan pencernaan seperti kram perut, kentut, sembelit, atau diare.

Baca jugaGegara Hukum Anak Didik yang Tak Sholat, Guru Agama di SMKN 1 Taliwang Ini Dipolisikan Orang Tua Murid

Untuk diketahui, ubi jalar merupakan jenis umbi-umbian yang bisa jadi alternatif karbohidrat pengganti nasi. Ubi jalar merupakan jenis umbi-umbian yang bisa jadi alternatif karbohidrat pengganti nasi.

"Ubi-ubian yang disarankan makanan pokok untuk mengganti nasi memang bisa saja. Tapi tidak kenyang, cuma bikin kentut," kata Aldo, warga Kabupaten Pandeglang, Selasa (10/10/2023).

Menurut Aldo, saran untuk makan umbi di tengah kenaikan harga beras ini, bukan satu solusi.

"Jika kebanyakan makan ubi jalar, pasti akan sering kentut. Coba saja makan berlebih, sudah tentu akan perang angin tut tut tut," jelasnya.

Baca jugaPedagang Pasar Pandeglang Sebut Larangan TikTok Shop Cuma Gertak Sambel Pemerintah

Dijelaskan Aldo, meski ubi jalar ini kaya kandungan makronutrien seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Namun, jika di konsumsi berlebihan ternyata tidak dianjurkan.

"Konsumsi dalam porsi yang wajar adalah hal yang aman untuk dilakukan, karena jika dikonsumsi berlebihan maka ubi jalar ini bisa membawa efek samping untuk kesehatan. Salah satunya batu ginjal, gangguan pencernaan seperti kram perut, kentut, sembelit. Bahkan, diare," pungkasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.