Banten

HEBAT! Gaji Guru di Banten Tertinggi Kedua Setelah Jakarta, Para Guru Sampai Lakukan Aksi Penghapusan Tunjangan Tambahan

Andi Syafriadi | 4 Juli 2025, 07:59 WIB
HEBAT! Gaji Guru di Banten Tertinggi Kedua Setelah Jakarta, Para Guru Sampai Lakukan Aksi Penghapusan Tunjangan Tambahan

AKURAT BANTEN - Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi dari perwakilan para guru yang menyampaikan aspirasi terkait penghapusan Tunjangan Tambahan (Tuta).

Pertemuan ini berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten pada Kamis, 3 Juli 2025, di tengah aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah guru sebagai bentuk protes atas kebijakan tersebut.

Baca Juga: PNS Kalah? Segini Gaji Guru Sekolah Rakyat yang Berstatus PPPK Kemensos Kerja Cuma 5 Tahun

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Andra menegaskan bahwa ia memahami keresahan para guru dan mengapresiasi penyampaian aspirasi secara terbuka.

Salah satu isu utama yang disorot adalah dampak penghapusan Tuta terhadap kesejahteraan guru.

"Hari ini saya menerima teman-teman guru yang menyampaikan aspirasinya terkait beberapa hal, salah satunya tunjangan dan hal-hal terkait keuangan," ujar Andra.

Ia kemudian berdialog langsung dengan koordinator lapangan demonstrasi, Martin Al Kosim.

Dalam dialog itu, Andra bertanya mengenai posisi penghasilan guru di Provinsi Banten secara nasional.

"Penghasilan guru Banten saat ini ada di posisi mana?" tanya Andra.

"Posisi kedua setelah Jakarta," jawab Martin, disambut tepuk tangan dari peserta audiensi.

Andra menyambut baik jawaban tersebut, menekankan bahwa hal itu menunjukkan perhatian pemerintah sebelumnya terhadap sektor pendidikan cukup besar.

Baca Juga: Kabar Gembira, Presiden Prabowo Umumkan Realisasi Kenaikan Gaji Guru, PNS & PPPK pada puncak peringatan Hari Guru Nasional

Meski demikian, ia menyadari tuntutan guru yang ingin tetap sejahtera pasca penghapusan Tuta.

"Posisi kedua setelah Jakarta yang APBD-nya Rp 91 triliun, artinya kepemimpinan sebelumnya sudah memberikan perhatian yang baik kepada guru. Tinggal kita lanjutkan," ujar Andra.

Lebih lanjut, Andra menyatakan bahwa tugas guru adalah mendidik dan mengajar, sementara tanggung jawab kesejahteraan berada di pundak pemerintah.

Ia juga menyebut akan mengadakan diskusi lanjutan pada Kamis, 10 Juli 2025, guna membahas lebih dalam persoalan ini.

Baca Juga: Mendikdasmen Janjikan Kenaikan Gaji Guru SD dan SMP pada 2025

"Ada beberapa hal yang tadi kita temukan dalam diskusi, mengenai sumbatan-sumbatan regulasi yang harus kita perjuangkan bersama-sama. Maka, diskusi ini akan kita lanjutkan pada hari Kamis," ucapnya.

Sembari bercanda, Andra juga menyampaikan harapan agar ke depan pendapatan guru di Banten dapat menyamai Jakarta.

"Ingin naik lagi? Begitu ya. Ingin sama dengan Jakarta. Ya mudah-mudahan, mari kita doakan," ujar Andra disambut senyum dari para guru yang hadir.

Di sisi lain, Penjabat Harian (Plh) Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi, memberikan penjelasan soal penghapusan Tuta.

Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut merujuk pada aturan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025.

"Ada Permendikbudristek yang menyatakan bahwa jabatan wakil kepala sekolah dan seterusnya ke bawah itu merupakan tupoksi guru. Sehingga, tidak diperkenankan lagi menerima tunjangan tambahan," terang Deden.

Menyikapi dampak penghapusan Tuta, Gubernur Banten disebut telah menginstruksikan jajaran Pemprov untuk mencari kebijakan alternatif yang dapat menjaga pendapatan guru.

"Sebetulnya Pak Gubernur langsung tanggap, bahwa jika Tuta tidak ada, pendapatan guru akan turun drastis," ujar Deden.

Baca Juga: Gaji Guru Rp30 Juta, Netizen Sebut Ganjar-Mahfud sedang Mimpi

"Itulah yang beliau tugaskan kepada kami, sejak beberapa bulan lalu, untuk memikirkan dan mencari solusi terkait penambahan pendapatan selain Tuta yang telah dihapuskan," tambahnya.

Dengan janji tindak lanjut dari pemerintah daerah dan wacana kebijakan baru, para guru berharap ke depan kesejahteraan mereka tetap terjaga meskipun Tuta dihapus.

Dialog terbuka ini menjadi awal dari proses panjang mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Banten.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.