Banten

Bikin Geger! Gubernur Banten Resmikan Pabrik Pestisida Terbesar Asia Tenggara, Ini Dampaknya

Andi Syafriadi | 17 Juli 2025, 13:06 WIB
Bikin Geger! Gubernur Banten Resmikan Pabrik Pestisida Terbesar Asia Tenggara, Ini Dampaknya

AKURAT BANTEN – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi meresmikan pabrik baru PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), yang digadang sebagai pabrik pestisida terbesar di Asia Tenggara.

Lokasinya berada di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi industri agrokimia Indonesia, khususnya di sektor hulu.

Baca Juga: Tegas! KLH Segel Pabrik Aluminium Pencemar Udara di Cikarang, Ancaman Serius untuk Jabodetabek

“Saya sangat mendukung berdirinya pabrik ini dan merasa senang industri dapat tumbuh di Provinsi Banten, terlebih pabrik pestisida ini terbesar di Asia Tenggara,” ujar Andra Soni saat acara peresmian, Rabu (16/7/2025).

Dalam sambutannya, Andra menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Ia menyatakan komitmen penuh untuk menyederhanakan proses perizinan agar pertumbuhan industri seperti ini dapat terus berkembang.

“Tugas kami adalah memastikan investasi berjalan dengan baik. Segala bentuk perizinan yang menjadi kewenangan daerah harus kami permudah demi kemajuan bersama,” katanya.

Pabrik pestisida milik PT DGWG ini dibangun dengan visi jangka panjang, tak hanya untuk melayani kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Fasilitas ini mulai beroperasi untuk memproduksi bahan aktif pestisida karbamasi, yang sangat dibutuhkan dalam sektor pertanian.

Menurut Presiden Direktur PT DGWG, David Yaory, keberadaan pabrik ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendorong kemandirian industri agrokimia nasional.

“Kami membangun fasilitas ini bukan hanya untuk jangka pendek. Ini adalah investasi strategis dengan potensi pasar global yang sangat prospektif,” ujar David.

Baca Juga: 60 Petugas Dikerahkan! Kebakaran Hebat Landa Pabrik Bahan Baku Restoran Cepat Saji di Ciracas

Berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektare, pabrik ini memiliki kapasitas produksi awal sebesar 2.000 metrik ton bahan aktif per tahun, atau setara dengan 5.000 metrik ton produk pestisida.

Pembangunan dimulai sejak November 2023 dengan nilai investasi mencapai 20 juta dolar AS.

David menambahkan, dalam waktu tiga tahun ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 15.000 metrik ton per tahun, menyesuaikan dengan permintaan pasar yang terus tumbuh, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Tak hanya itu, DGWG kini resmi memasuki lini bisnis baru di sektor industri bahan aktif agrokimia, sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2025.

Baca Juga: Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mess Pabrik Tebu, Diduga Jadi Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan

“Dengan kemampuan memproduksi bahan baku sendiri, kami bisa mengurangi ketergantungan impor. Ini akan berdampak positif pada stabilitas harga serta ketersediaan produk berkualitas bagi para petani,” jelas David.

Dengan peresmian ini, Provinsi Banten kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu basis industri nasional yang strategis, khususnya di sektor manufaktur dan kimia dasar.

Keberadaan pabrik pestisida terbesar di Asia Tenggara ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, dan memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan Indonesia.

“Ini langkah maju bagi Banten dan Indonesia,” pungkas Gubernur Andra Soni.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.