Destinasi Wisata 'KAMPUNG BADUY' Cantik Kampungnya Cantik Gadisnya, Bisa Bikin Ogah Pulang!

AKURAT BANTEN - Suku Baduy Adalah salah satu suku pedalaman di Indonesia yang sangat menjaga kesakralan wilayahnya dari hingar bingarnya dunia luar, Oleh sebab itu mereka menolak modernisasi seperti Internet dan lainnya. Menariknya wilayah ini menjadi destinasi yang sering dikunjungi para wisatawan baik dalam negeri maupun dari mancanegara.
Sebagai salah satu daya tarik wisata ke perkampungan baduy adalah kealamian alam dan masyarakat yang sangat menjungjung tinggi nilai-nilai harmonisasi dalam keterpaduan antara manusia, hutan dan lingkungannya.
Baca Juga: PULAU BIDADARI, Seribu Keindahan di Pulau Seribu Jakarta
Kalimat Baduy dalam satu versi awalnya merupakan sebutan para peneliti Belanda yang mempersamakan gaya kehidupan nomaden komunitas ini seperti masyarakat arab baduy yang hidupnya berpindah-pindah, versi lainnya dikarenakan dalam wilayah komunitas mereka terdapat gunung Baduy dan sungai Baduy. Namun pada kalangan komunitas mereka sendiri menyebutnya dengan sebutan orang kanekes atau urang kanekes dalam bahasa sunda adalah urang Cibeo yang mengacu pada nama kampung yang di tempati.
Baca Juga: Kenali 3 Makanan Khas Banten Yang Paling Dicari di Daftar Menu Lesehan Nusantara
Bila merujuk pada naskah kuno Koropak 630 Sanghyang Siksakandang Karesian, orang Baduy berasal pada pendeta (wiku) yang mengamalkan Jatisunda. Sisa dari kabuyutan Jatisunda adalah Sasaka Domas yang berada di wilayah Baduy dalam dan menjadi pusat “dunia”-nya orang Baduy pun ada pendapat lain bahwa orang Baduy diperkirakan berasal dari keturunan Kerajaan Pajajaran yang melarikan diri ke Gunung Kendeng akibat diserang oleh kerajaan Islam dari Banten dan Cirebon (sumber : uun-halimah)
Baca Juga: PULAU NATAL Dekat Dengan Pulau Jawa Tapi Milik Australia, Begini Penjelasannya!
“Dikisahkan bahwa Prabu Pucuk tidak mampu menghadapi tentara kerajaan Cirebon pada penyerangan ke istana Kerajaan pajajaran, dia dan beberapa mentri kerajaan serta pasukan nya melarikan diri ke hutan, bersembunyi di balik gunung dan jurang. Berbulan-bulan bahkan menahun mereka menghindar dari tentara penyerang. Akhirnya Prabu Pucuk beserta rombongan yang sedang melarikan diri pun tiba di sebuah hutan perawan yang padat vegetasinya yang disebut Mandala Singkah, disitulah mereka berhenti dan tempat pertama mereka berhenti disebut Panembahan Arca Domas, terletak di hulu sungai Ciujung.” Kisah yang berkembang ini menceritakan tentang asal leluhur urang kanekes.
Penampilan urang kanekes secara fisik maupun bahasa menyamai dengan masyarakat sunda pada umumnya, dengan sedikit perdedaan yaitu pada kepercayaan dan cara hidup. orang kanekes menutup diri rapat-rapat dari pengaruh luar serta menjungjung tinggi budaya leluhur yang di wariskan dari karuhun nya yaitu prabu pucuk dari kerajaan pajajaran.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Untuk Kamar Yang Membawa Efek Menenangkan Pikiran Dan Membersihkan Udara
Kepribadian nya sangat menarik, kulit tubuh dan panggung mereka berwarna kekuningan, terlihat lurus, tidak pernah tertawa atau bercanda, terlihat arogan namun rendah hati, jujur, memiliki prinsip yang kuat tapi tidak keras kepala, tidak mudah untuk dipengaruhi atau dibujuk, tetapi tidak pernah memberi masalah untuk yang lainnya.
Baca Juga: SATONDA Gunung Api Purba, Terdapat Danau Yang Berisi Air Mata Penyesalan Raja Tambora.
Terdapat dua kelompok besar dalam masyarakat Kanekes yaitu Baduy dalam dan Baduy Luar. Orang Baduy tinggal di kampung tangtu telu, desa Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Baduy dalam sangat memegang teguh prinsip nenek moyang dan hidup dengan cara-cara tradisional, Baduy dalam dianggap sebagai pelindung keseimbangan alam dengan merawat hutan, sungai, dan gunung-gunung sehingga manusia dapat hidup secara harmonis dengan Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









