Banten

Pengakuan Pelaku Melakukan Ritual Pesugihan Babi Ngepet, Membeberkan Ritualnya Tanpa Ragu, Begini Kisahnya

Saeful Anwar | 9 Januari 2024, 06:24 WIB
Pengakuan Pelaku Melakukan Ritual Pesugihan Babi Ngepet, Membeberkan Ritualnya Tanpa Ragu, Begini Kisahnya

AKURAT BANTEN - Apa saja seseorang yang ingin hidupnya lebih baik, tanpa memikirkan sebab dan akibat. Jika imam yang tidak kuat, tentu akan hanyut pada nafsu melakukan segala cara. Demi keinginannya tercapai, hingga gelap mata.

Dilansir dari laman Bondowosonetwork.com, pesugihan adalah serangkaian mitos atau ritual yang dipercaya bisa digunakan untuk memperoleh kekayaan secara instan melalui jalan pintas. Salah satunya pesugihan babi ngepet.

Saat melakukan ritual pesugihan, pelaku pesugihan biasanya membuat perjanjian dengan makhluk gaib.

Dalam melakukan perjanjian pesugihan, tumbal atau mahar tertentu harus dipersembahkan kepada makhluk gaib sebagai pengganti atau barter untuk kekayaan yang diperoleh.

Korban tumbal pesugihan ditentukan berdasarkan permintaan sang makhluk gaib dan pelaku pesugihan harus bisa memenuhinya.

Sang Pelaku kemudian disebutkan bernama Firman (bukan nama asli) oleh Sang pewawancara yang kemudian mulai menceritakan awalnya mereka bertemu.

Pertemuan pertama itu terjadi di tahun 2013, saat itu Firman tanpa sengaja mengikuti majelis dzikir manaqib dan merasa heran sehingga menghampiri sang ustaz sekaligus membuat pengakuan.

Ia mengaku bahwa dirinya adalah mantan pelaku pesugihan babi ngepet dan untuk membuat ustaz percaya ia merapal sebuah mantera.

Perlahan tubuh Firman berubah menjadi seperti babi sehingga membuat ustaz terkejut.

Sang Ustaz kemudian bertanya mengapa ia sampai melakukan sesuatu yang dilarang dalam ajaran Islam tersebut.

Firman mengatakan bahwa ia melakukan itu semua karena tekanan ekonomi sehingga mulai merasa frustasi.

Atas petunjuk seorang kawan, ia pergi ke sebuah daerah di Jawa barat untuk menemui seorang dukun yang pada akhirnya menyarankan agar ia menjadi pelaku pesugihan babi ngepet saja.

Atas perintah dukun ia kemudian melakukan tirakat di sebuah kompleks pemakaman dan tepatnya di sebuah kuburan yang berada di bawah pohon besar.

Firman diminta untuk berpuasa dengan cara yang aneh, yaitu setiap pagi hanya boleh minum air embun, kemudian di siang harinya memakan beberapa kepal ketan.

Hal itu dilakukan sehari penuh selama 19 hari, dan di hari terakhir itulah ia didatangi oleh seekor babi yang berukuran sebesar kerbau.

Makhluk itu dapat bercakap-cakap menggunakan bahasa Indonesia dan mengaku bahwa dirinya adalah siluman babi serta rajanya babi yang menguasai ilmu pesugihan babi ngepet.

Dan si Babi mengajarkan apa yang harus dilakukan, ternyata ia hanya perlu jalan saja di perkampungan kemudian memepetkan diri ke tembok, nanti dengan sendirinya uang akan berpindah.

Dalam pertemuan itu tidak ada janji permintaan tumbal secara khusus, si babi hanya minta anak kecil saja sebagai tumbal.

Setelah itu ia mulai praktek dan mendapatkan hasil, tiba-tiba si babi mengajukan syarat baru jika Firman ingin lebih kaya lagi.

Firman pun tertarik meski ia merasa tak nyaman dengan syaratnya karena ia diminta untuk senantiasa berhubungan badan dengan si babi.

Dengan terpaksa ia mengikuti saja, hingga sebuah kejadian yang merenggut nyawa anaknya menyadarkan dirinya.

Ia menganggap anaknya dijadikan tumbal oleh si siluman babi karena menurut beberapa saksi mata terlihat anaknya seperti ditarik menuju sebuah mobil yang sedang berjalan.

Pewawancara pun kemudian mengakhiri cerita setelah merasa mendapatkan banyak hal mengenai babi ngepet itu.

Pesugihan meski mungkin ada hasilnya, tapi itu akan merugikan karena persekutuan dengan makhluk gaib tidak diperbolehkan, itu adalah tindakan mempersekutukan Tuhan.(**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.