Banten

Mitos Atau Fakta: Meninggal di Hari Sabtu: Apakah Akan Membawa Pertanda Buruk? Berikut Penjelasannya

Maulida Sahla Sabila | 27 Februari 2024, 13:15 WIB
Mitos Atau Fakta: Meninggal di Hari Sabtu: Apakah Akan Membawa Pertanda Buruk? Berikut Penjelasannya

AKURAT BANTEN - Berbicara mengenai kematian, sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos yang beredar sejak zaman dahulu dan dipercaya menjadi pertanda buruk, salah satunya yaitu mitos meninggal di hari sabtu.

Masyarakat meyakini bahwa mitos yang berkembang tentang meninggal hari sabtu merupakan warisan turun temurun dari leluhur.

Lalu, apa sebenarnya arti mitos meninggal hari sabtu? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

Baca Juga: 5 Arti Dibalik Larangan Pengantin Sebelum Menikah, Mitos atau Fakta?

Arti Mitos Meninggal Hari Sabtu

Dalam buku "Mati Tak Berarti Pergi" karya Herwiratno menyebutkan bahwa mitos meninggal hari sabtu memiliki makna yang mengerikan. Konon, jika seseorang meninggal di hari sabtu akan membawa orang disekitarnya menyusul dikemudian waktu.

Dipercaya atau tidak, orang yang akan menyusul meninggal memiliki hubungan yang baik dengan almarhum yang meninggal di hari sabtu, seperti teman dekat, keluarga atau bahkan tetangga.

Menurut kepercayaan yang beredar, untuk menangkal mitos tersebut adalah dengan mengikhlaskan kepergian sang almarhum, dengan demikian almarhum akan tenang.

Baca Juga: Kepoin Yuk Sob, Benarkah Mitos Bahwa Kucing Hitam Dipercaya Membawa Sial, Kuy !

Arti Mitos Meninggal Hari Sabtu Menurut Agama

Dalam ajaran islam, mitos seperti meninggal di hari sabtu tidak boleh dipercaya. Menurut para ulama, meyakini mitos yang ada justru akan membawa kepada hal-hal negatif.

Selain itu, mempercayai mitos seperti ini juga akan membawa manusia kepada kesyikirakan. Jadi, sebagai umat Muslim sudah seharusnya kita tak mempercayai mitos semacam itu karena tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.