Banten

Mengenal Rebo Wekasan, Sejarah, Makna, dan Tradisi yang Dilakukan

Saiful Anwar | 28 Agustus 2024, 19:36 WIB
Mengenal Rebo Wekasan, Sejarah, Makna, dan Tradisi yang Dilakukan

AKURAT BANTEN - Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilakukan setiap hari Rabu terakhir pada bulan Safar dalam kalender Islam atau Hijriah.

Terkait Rebo Wekasan, ada banyak mitos dan keyakinan yang berkembang di masyarakat, menghubungkan hari itu dengan malapetaka dan bencana.

Sebagai upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat melakukan berbagai ritual keagamaan.

Lantas apa makna dan sejarah dari Rebo Wekasan? Simak selengkapnya.

Baca Juga: Pelantikan Anggota DPRD Lebak Diwarnai Aksi Demo Ormas, Mahasiswa Minta 'Jangan Jadi Kacung Penguasa'

Makna Rebo Wekasan

Rebo artinya nama hari dalam bahasa Jawa, yaitu Rabu dalam bahasa Indonesia, sedangkan Wekasan adalah bahasa Jawa yang artinya pungkasan atau akhir. Jadi, Rabu Wekasan secara bahasa adalah hari Rabu Terakhir.

Terdapat pengertian lain dari Rebo Wekasan yaitu tradisi budaya yang diadakan di hari Rabu Terakhir dari Bulan Safar, yaitu bulan kedua dari 12 bulan penanggalan Hijriyah.

Tradisi budaya Rebo Wekasan ini adalah hari yang tidak tergantungkan pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat di Jawa.

Baca Juga: Pemprov Banten Raih Penghargaan Dari Kemenaker, Kategori Pengupahan dan Kesejateraan Tenaga Kerja Terbaik Tahun 2024

Sejarah Rebo Wekasan

Terdapat banyak versi yang menjelaskan tentang sejarah Rebo Wekasan. Versi ini adalah versi yang paling banyak dipercaya oleh masyarakat.

Tradisi Rebo Wekasan pertama kali diadakan pada masa Wali Songo. Saat itu, banyak ulama yang menyebutkan bahwa pada bulan Safar, Allah SWT menurunkan lebih dari 500 macam penyakit.

Sebagai antisipasinya, para ulama kemudian melakukan tirakat dengan banyak beribadah dan berdoa. Diharapkan dengan melakukan hal tersebut, Allah SWT menjauhkan mereka dari segala penyakit dan malapetaka. Hingga kini, tradisi tersebut masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Dijual Hari Ini, Simak Cara Beli dan Daftar Harga Tiket Konser Green Day Jakarta

Tradisi Rebo Wekasa

Masing-masing daerah memiliki tradisi yang berbeda untuk memperingati Rebo Wekasan. Hal ini didasarkan pada kepercayaan turun temurun yang dipegang hingga budaya yang berlangsung di sekitarnya.

Salah satu contoh tradisi Rebo Wekasan yaitu di daerah Aceh. Pada masyarakat Aceh Barat dan Aceh Selatan, Rabu Wekasan dikenal sebagai Rabu Abeh yang berguna untuk menolak bala.

Tradisi ini mulanya dilakukan dengan memotong kerbau dan membuang bagian kepalanya ke laut. Hal itu dilakukan untuk menolak bala atau bencana. Namun saat ini, tradisi tersebut kemudian diganti dengan pembacaan shalawat, zikir, dan doa. (***)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.