Banten

Transformasi SEPEDA Dari Zaman Dulu Sampai Sekarang, Lalu Siapakah Penemu Pertamanya?

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 21 Oktober 2023, 12:53 WIB
Transformasi SEPEDA Dari Zaman Dulu Sampai Sekarang, Lalu Siapakah Penemu Pertamanya?

AKURAT BANTEN - Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya dan berjalan kencang makanya sering disebut kereta angin. Selanjutnya KBBI membagi sepeda berdasarkan bentuk dan kegunaannya, Antara lain:

• Dames sepeda yang modelnya dirancang untuk wanita
• Dortrap sepeda yang sistem pengeremannya ada pada gir, dilakukan dengan mengebelakangkan pedalnya
• Gunung sepeda yang dirancang sedemikian rupa sehingga cocok dipakai di pegunungan
• Jengki sepeda yang tidak mempunyai palang di antara roda depan dan roda belakang, biasanya sadelnya lebih tinggi daripada setangnya
• Kumbang sepeda yang dilengkapi dengan motor, jika motornya mati dapat didayung dengan kaki
• Mini sepeda yang ukurannya lebih kecil dari biasanya
• Motor sepeda besar yang dijalankan dengan motor
• Motor sespan sepeda motor gandeng beroda tiga
• Stasioner sepeda yang bergerak di tempatnya dan khusus untuk berolahraga.

Baca Juga: NASU PALEKKO Makanan Khas Suku BUGIS, Terkenal Sampai Mancanegara

Asal-muasal nama bicycle. Velocipede temuan Von Drais mendapat penyempurnaan inovasi mulai tahun 1860-an oleh beberapa penemu Prancis termasuk Pierre Lallement, Pierre Michaux dan Ernest Michaux. Dilansir dari History, mereka menambahkan pedal ke roda depan. Dari situ lahirlah nama bicycle yang artinya dua roda. Karena ada lagi varian lainnya yaitu monocycle, satu roda dan tricycle, tiga roda. Namun dua roda ini yang paling populer sampai saat ini.

Banyak pihak yang mengklaim sepeda paling lama di dunia. Namun, klaim pertama muncul pada jaman 1493. Sepeda itu terpampang di jendela Gereja di Stoke Poges. Seperti apakah bentuk sepeda itu? Sepeda itu menunjukkan malaikat telanjang yang sedang menggunakan perangkat sepeda. Ini didasarkan sketsa pada 1493 yang diperkirakan milik Gian Giacomo Caprotti atau terkenal dengan nama Salaino yang berarti setan, murid dari Leonardo da Vinci.

Banyak pihak yang meragukan keaslian sketsa tersebut, namun banyak pengamat yang mengagungkan teori ini. Bagaimanapun, keaslian sketsa sepeda itu masih dipelihara dengan teguh oleh pengikut Profesor Augusto Marinoni, seorang ahli bahasa dan filogi. Ia dipercaya oleh Commisione Vinciana of Rome untuk menganalisis transkrip Codex Atlanticus milik Leonardo da Vinci.

Ada pula pengakuan Baron Karl van Drais asal Jerman pada tahun 1817 yang memperkenalkan Laufmashine atau sepeda berlari. Kini, masyarakat lebih mengenal sepeda itu dengan nama Draisienne. Sepeda tersebut hampir sepenuhnya terbuat dari kayu. Meski memiliki stang buat kemudi, sepeda ini tidak memiliki pedal. Jadi, pola pergerakan Draisienne sama seperti otopet atau skateboard.

Baca Juga: Wow! FLORES 2 in 1, Dua Makanan Satu Minuman sudah Cukup Bikin Kamu Kangen Berat

Bagaimana kebudayaan manusia yang dari jaman purbakala bisa berkembang sampai sekarang, Jawabannya, itu akan selalu terjadi karena Tuhan memberikan kemampuan kepada manusia yaitu otak untuk berpikir dan mencipta sesuatu pada batas-batas kemampuannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.