Banten

Kenali! Sejarah Perjalanan Perusahaan Rokok Lokal dan Rokok Impor di Indonesia

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 21 Oktober 2023, 17:27 WIB
Kenali! Sejarah Perjalanan Perusahaan Rokok Lokal dan Rokok Impor di Indonesia

 

AKURAT BANTEN - Merek rokok ini pertama kali ditampilkan pada tahun 1899. Produk ini dijual dalam kemasan yang direnggangkan, dua rokok lebar, dan sepuluh rokok panjang. Sementara, batang rokoknya sendiri digulung dengan kertas berwarna putih.

Di Indonesia, produk diproduksi oleh BAT Indonesia dan diluncurkan sebelum tahun 2000an. Hadir dengan 3 Variant, yakni Filter / Full Flavor Merah, Lights Biru, dan Menthol Hijau.

Lalu, BAT Indonesia melakukan merger dengan Bentoel Group pada tahun 2009 dan produk sempat diproduksi oleh Bentoel Group. Pada tahun 2013, produk mengalami penurunan penjualan. Akhirnya Produk Pall Mall ditarik dari Indonesia dan tidak diproduksi lagi. Perusahaan kemudian lebih memfokuskan pada Dunhill dan Lucky Strike.

Baca Juga: Ups SALAH! Ternyata Penemu DELMAN Bukan Orang Indonesia!

Industri rokok dunia menyimpan sejarah yang sangat panjang. Kini, industry rokok dikuasai oleh perusahaan-perusahaan raksasa Amerika. Bisa dimengerti karena awalnya tembakau ditanam di negeri Paman Sam ini.

Namun era 60-an dan 70-an, Amerika sempat kehilangan dominasinya di pasaran tembakau dan rokok dunia karena di berbagai belahan dunia, terutama di negara berkembang muncul pabrik rokok baru milik pengusaha lokal. Perkembangan ini tentu saja sejalan dengan meningkatnya permintaan rokok dunia. Berikut adalah 2 perusahaan rokok tertua di dunia:

1. Nama : Djarum
Alamat : Jalan Dr. Lukmono Hadi No. 53, Panjunan, Kudus, Panjunan, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59317
Berdiri : Tahun 1951
Produk International : Djarum Mild, Djarum Black Vanila, Djarum Black Cherry, Djarum Special, Djarum Black Supersmooth, Djarum Cherry, Djarum BlackBliss, Djarum Black Menthol, Supersmooth, Spice Island, Goldseal, LA Lights, LA Menthol Lights, Djarum Splash, Djarum Super, Djarum Vanila, Djarum Bali Hai, Djarum Menthol

Baca Juga: Transformasi SEPEDA Dari Zaman Dulu Sampai Sekarang, Lalu Siapakah Penemu Pertamanya?

Jumlah Produksi : 25 miliar batang per tahun
Sejarah Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Awalnya perusahaan ini hanya dijalankan oleh sekitar 10 orang. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tidak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya.

Pada tahun 1969, Djarum mulai mengekspor produk rokoknya ke luar negeri. Pada tahun yang sama:

• Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin,

• Djarum Super yang diperkenalkan pada tanggal 21 April 1970.

• Djarum meluncurkan rokok Mild bermerek L.A. Lights pada tanggal 21 April 1999 dan

• Djarum BLACK pada tanggal 21 April 2000. 

 

Baca Juga: Transformasi SEPEDA Dari Zaman Dulu Sampai Sekarang, Lalu Siapakah Penemu Pertamanya?

2. Nama : Phillip Morris
Alamat : 120 Park Avenue, New York, NY 10017, Amerika Serikat
Berdiri : Tahun 1900
Produk International : Djie Sam Soe 234, L & M, Long Beach, Marlboro, ST Dupont Paris, U Mild
Jumlah Produksi : 850 miliar batang per tahun
Memulai usahanya dari sebuah toko kecil di Jalan utama di Kota London pada tahun 1847, Philip Morris adalah toko yang hanya menjual rokok dan tembakau. Kini, Philip Morris adalah perusahaan global yang berbasis di Amerika dan berhasil menjual 850 miliar batang rokok sepanjang tahun 2015, tersebar di 180 negara di dunia. Walau pun markas utamanya ada di Amerika Serikat, tetapi operasional perusahaan dikendalikan dari Lausanne, Swiss. Di Indonesia, Philip Moris dikenal melalui produk rokoknya seperti:

• Marlboro, St Dupont Paris dan Long Beach.

• Philip Morris adalah pemilik 100% saham PT HM Sampoerna dengan produknya yang terkenal Dji Sam Soe234 serta U Milid.

• perusahaan dengan peringkat 100 terkaya di dunia, wajar apabila mensponsori F1, sepakbola, badminton, golf, cricket dan Hoki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.