Ternyata DAUN BIDARA Selain untuk Mandikan Wanita Haid dan Gangguan Sihir, Bisa juga untuk Mualaf, Ini Penjelasannya!

AKURAT BANTEN - Daun bidara adalah Daun yang paling di benci oleh bangsa jin atau dalan istilah lain 'racun' bagi mereka, Daun ini sangat di kenal karena sering digunakan untuk mengobati sihir dan gangguan jin jahat lainnya.
Kitab suci umat Islam Al-Quran menyebutkan daun bidara dalam beberapa ayat:
“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri...” (QS. al-Waqi`ah (56) : 27-29)
"Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara." (QS. Saba :16)
Baca Juga: Ditemukan Sejumlah Gua Eksotis di Cilograng Lebak, Primadona Baru Wisata di Banten
Lalu bagaimana cara menggunakan daun bidara untuk mengobati sihir atau gangguan jin?
Salah seorang pemuka tabiin yang ahli dalam sejarah dan ilmu kedokteran Wab Bin Manabih, menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al-Kafirun, al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Naas.
Al Qurtubi menceritakan dari Wahab untuk mengobati Sihir: “Diambil 7 helai daun bidara ditumbuk halus lalu dicampurkan air dan dibacakan Ayat Kursi dan diberi minum pada orang yang terkena sihir tiga kali teguk dan air di ember (yang telah dibacakan ayat-ayat dan juga dicampur bidara) dipakai untuk mandi, Niscaya akan mampu hilang sihirnya.” “Dan diutamakan membaca Al-Falaq, An-Naas, juga ditambah Ayat Kursi karena ayat-ayat itu dapat mengusir Syaitan.”
Baca Juga: Bukan Saja Membuat Empuk Daging, Pahit Daun Pepaya Menjadikan Obat Herbal yang Efektif
Selain untuk mengobati sihir dan gangguan jin, daun bidara juga bisa dipergunakan untuk orang yang baru masuk Islam (muallaf), wanita haid yang bersuci, dan juga untuk memandikan jenazah:
1. Mandi untuk mualaf
HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu'alaihi wasallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr atau daun bidara”
2. Mandi untuk wanita haid yang akan bersuci
H.R. Muslim no. 332 dari Aisyah:
”Aisyah berkata, Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah, Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.”
3. Mandi untuk jenazah
HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939:
“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kapur barus atau wewangian.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










