Banten

Destinasi Wisata 'PULAU CANGKIR' Banten, Laksana Serpihan Surga Yang Jatuh Ke Bumi

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 4 November 2023, 20:04 WIB
Destinasi Wisata 'PULAU CANGKIR' Banten, Laksana Serpihan Surga Yang Jatuh Ke Bumi

AKURAT BANTEN - Pulau Cangkir adalah salah satu destinasi wisata di Provinsi Banten yang cukup terkenal, Meski namanya wisata pulau, Namun tempat ini terkenal dengan tujuan utama yang menarik bagi para wisatawan antara lain:

  • Wisata religi : Makam Pangeran Jaga Lautan.
  • Wisata alam : Hutan Bakau di sepanjang pesisir pantai
  • Wisata bahari : Sejumlah Perahu melayani untuk berkeliling disekitar pulau

Ketiganya ada dalam satu tempat yakni di Pulau Cangkir, Di tempat wisata ini, banyak kegiatan wisata menarik sehingga liburan terasa lebih menyenangkan.

Baca Juga: 50 Narapidana Kasus Narkoba dan Pencurian di Rutan Serang Dipindah ke Lapas Serang dan Cilegon

 

Berdasarkan sejarah Pulau Cangkir, kawasan wisata ini awalnya memang bukan tempat wisata, melainkan hanya berupa sebuah pulau yang terpisah dari Pulau Jawa.

Wilayah dengan luas 2,5 hektar ini telah di buat jalur Lintasan utama untuk memudahkan para wisatawan menuju pulau cangkir.

 

Setiap destinasi wisata tentu memiliki daya tarik dan keunikan masing-masing sehingga para wisatawan tertarik untuk berkunjung.

Baca Juga: Bacaleg dari Partai Buruh di Pandeglang Meninggal Dunia, KPU Tetapkan DCT 640 Orang

Pulau ini memiliki beberapa keunikan seperti:

1. Ziarah Makam

Daya tarik yang pertama adalah ziarah makamnya, Di Pulau Cangkir terdapat sebuah makam dari Syekh Waliyuddin yang merupakan seorang ulama besar di Banten, Beliau adalah anak dari Sultan Hassanudin yang menjadi pemimpin pertama dari Kesultanan Banten serta cucu dari Sunan Gunung Jati, Syekh Waliyuddin memiliki nama lain yakni Pangeran Jaga Lautan.

Sebelum ditemukan, maka dari Syekh Waliyuddin ini berada di tengah- tengah hutan, Namun uniknya kondisi makam sangat bersih dan tidak ada dedaunan kering hingga sampah lainnya di atas makam dan sekitarnya, kondisi inilah yang membuat warga percaya kalau makam tersebut ada yang menjaga.

Baca Juga: Video Mesum Guru dan Murid di Serang Banyak Ditonton Pelajar, Ini Tanggapan Kemenag

2. Sumber Mata Air di Dekat Pantai:

Selain adanya makam Syekh Waliyuddin, ada juga sumber mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat, Beberapa meter dari makam Syekh Waliyuddin atau tepatnya hanya berjarak sekitar 5-10 meter dari bibir pantai, terdapat sumber mata air dengan dua buah sumur, nama sumur kembar.

Masing-masing sumur diberi nama dengan nama Sulanjani dan Sulanjana, Kedua sumur ini sama-sama memiliki air yang bersih dan jernih, wisatawan yang menggunakan air sumur tersebut sebagai air minum dan air untuk berwudhu sebelum memasuki kawasan makam Syekh Waliyuddin.

Baca Juga: 2 Pelajar SMK Perkosa Janda Muda di Serang Divonis 1,5 Tahun Penjara

3. Hutan Bakau:

Hutan bakau yang ada di sepanjang perairannya ini sengaja dibuat untuk mencegah terjadinya abrasi laut, Untuk sampai ke hutan bakau, pengunjung harus menyebrang dengan berjalan kaki melewati jembatan kayu, di hutan bakau, pengunjung dapat melihat beberapa jenis flora dan fauna yang hidup berkoloni seperti kepiting, udang, hingga aneka burung seperti burung bangau yang hidup bebas berkeliaran.

4. Lokasi dan Rute Perjalanan:

Pulau Cangkir berada di Desa Krojo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Lokasinya yang berada dekat dengan Jakarta membuat warga Jakarta dan sekitarnya suka berkunjung ke sana di akhir pekan.

Jaraknya dari pusat Kota Tangerang hanya sekitar 28 km saja sehingga bisa ditempuh dalam jangka waktu kurang lebih satu jam, Untuk bisa sampai ke Pulau Cangkir.

Pengunjung dari Jakarta bisa menggunakan jalur Tol Jakarta-Merak, Jika dihitung jaraknya dari kota Jakarta menuju ke Pulau Cangkir kira-kira sekitar 75 km sehingga membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Baca Juga: Belum Ada Kerugian Negara, Jaksa Paksakan Kasus Proyek BTS 4G Bakti Kominfo

5. Jam Buka dan Tiket Masuk:

Wisata ziarah yang juga termasuk wisata bahari ini memiliki jam buka selama 24 jam sehingga bisa datang kapan saja.

Untuk harga tiket masuknya, tempat ini mematok harga Rp20.000 per orangnya, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.

Jika membawa kendaraan pribadi, biaya parkirnya hanya Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.

Untuk fasilitas yang dimiliki oleh wisata Pulau Cangkir:

  • Lahan parkir yang luas
  • Toilet umum
  • Kamar mandi
  • Mushola
  • Gazebo
  • Warung makan
  • Penginapan, homestay

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.