Punya Burung Besar Atau Burung Kecil, Wajib Perhatikan Bentuk Dan Karakter Kandangnya!

AKURAT BANTEN - Sebagaimana manusia tentu menginginkan tempat tinggal yang penuh dengan kenyamanan, demikian juga Sangkar, karena sangkar adalah rumah tempat tinggal burung yang terbuat dari berbagai jenis bahan dan model, yang perlu di perhatikan fungsinya yaitu seperti keamanan bahan sangkar hingga jenis burung yang akan dipelihara. Bentuk dan ukuran sangkar harus sesuai dengan jenis burung yang Anda pelihara.
Nah, kali ini ada baiknya memperhatikan beberapa tips untuk memilih tempat tinggal burung atau sering kita sebut adalah sangkar burung:
1. Karateristik burung: Ada beberapa burung yang badannya kecil, namun sangat aktif bergerak, terbang atau meloncat-loncat. Untuk jenis burung seperti ini memerlukan sangkar yang lebih besar.
Baca Juga: Wooden Bar, Tempat Nongkrong Baru ala Amerika di Gading Serpong
2. Bahan baku sangkar: Untuk burung berukuran kecil, bisa memilih sangkar yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk burung berukuran besar, lebih baik pilih sangkar yang terbuat dari kawat.
3. Ukuran sangkar burung: Pilihlah sangkar burung yang besar dan luasnya sesuai dengan jenis dan ukuran burung peliharaan Anda.
4. Alas sangkar: Pilih alas yang berukuran agak tebal, bisa dari papan kayu atau triplek. Sebaiknya jangan menggunakan alas yang agak susah ditarik, karena menganggu ketenangan burung dan dapat mengakibatkan stres. Karena itu, pilih laci tempat penampungan kotoran yang mudah dikeluarkan.
5. Tangkringan bertengger: Piling batang tempat burung bertengger dari kayu yang kuat dengan ukuran agak tebal dan tidak mudah lapuk. Bila sangkar burung agak besar, berilah tenggeran lebih dari satu, agar burung bisa berpindah-pindah tempat untuk berkicau sehingga dia tidak bosan.
Pasang tangkringan secara horizontal dengan diameter sesuai dengan ukuran kaki burung. Jangan lupa, sediakan pula tempat pakan dan tempat air minum di dalam sangkar.
Baca Juga: Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Pandeglang Periode 2023-2028 Dilantik
6. Kekuatan jeruji sangkar: Jeruji yang baik adalah yang agak lentur tetapi kuat. Jeruji yang demikian biasanya terbuat dari bambu yang benar-benar tua. Pilih batang ruji yang tidak terlalu rapat atau terlalu longgar. Jika terlalu longgar, burung bisa mengoyaknya dengan mudah dan bisa melepaskan diri.
Jika terlalu rapat, burung tidak bisa melihat keluar sangkar dengan bebas. Pastikan juga jerujinya telah dihaluskan sehingga tidak melukai burung. Begitu juga dengan sangkar dari kawat besi, pastikan tidak ada ujung kawat yang menyembul karena bisa melukai burung.
7. Model sangkar: Untuk sebagian pencinta burung, model sangkar menjadi hal penting karena bisa memunculkan karakter burung dan pemiliknya. Namun, jika hanya untuk burung rumahan, atau sangkar harian, sebaiknya membeli sangkar yang biasa saja. Usahakan agar permukaan sangkar halus dan kuat. Gunakan sangkar ukir yang mahal saat moment tertentu seperti untuk kontes burung.
Baca Juga: Jaksa Agung ST Burhanuddin Diisukan Miliki Hubungan Gelap dengan Janda Cantik
8. Corak dan warna sangkar: Sesuaikan dengan warna burung peliharaan Anda. Jangan sampai warna burung yang indah tidak kelihatan karena warna sangkar yang lebih kelihatan mencolok. Ini akan mengurangi pandangan kita dalam menikmati burung kesayangan.
9. Gantungan sangkar: Harus kuat dan kokoh agar saat burung menggantung tidak mudah copot atau jebol. Sering terjadi sangkar kelihatan kokoh, tapi ketika digantungkan tak kuat menahan empasan angin dan akhirnya kayunya patah dan jatuh. Gantungan yang nampak kokoh dari luar belum tentu kuat. Karena itu, tidak jarang sangkar jatuh akibat kurang kokohnya gantungan sangkar.
10. Pintu masuk: Pilihlah pintu yang berada di tengah dan lebar, bukan di bawah. Karena jika di bawah menyulitkan saat akan memandikan burung selain itu burung bisa mudah lepas. Selain itu, pilih pintu sangkar yang lancar dibuka dan ditutup. Bila perlu, carilah pintu yang dapat menutup sendiri. Ini untuk menghindari pemilik jika lupa menutup pintu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kemenkes Perkuat Deteksi Penyakit Menular di Pintu Masuk Bandara Soekarno-Hatta
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










