Pesona 'PULAU LIKI' Terjaga Keindahan Biota Lautnya, Karena Aturan Adat Yang Sangat Kuat!

AKURAT BANTEN - Pulau Liki adalah pulau terluar bagian Timur Indonesia yang terletak di samudra Pasifik dan berbatasan dengan negara Papua Nugini. Ia bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Sarmi, Papua.
Pulau Liki berada di Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Menuju pulau ini hanya bisa ditempuh menggunakan perahu cepat atau speed boatdengan membayar Rp 1,5 juta pulang-pergi. Jarak tempuh dari Distrik Sarmi ke Liki sekitar 45 menit.
Luas Liki 1.318,54 hektar atau 13,18 kilometer persegi. Jumlah masyarakatnya hanya 271 jiwa dengan 66 kepala keluarga. Penduduk yang mendiami berasal dari suku besar Sobey. Yang unik, dalam pengaturan kampung, mereka menggunakan istilah RT (Rukun Tetangga) yang pengaturannya berdasar suku yang melekat pada nama marga, seperti Teno, Kiman, Weirau, Esries, dan Morsau.
Baca Juga: Jembatan Kaca Tangerang, Destinasi Swafoto Paling Murah Menawarkan Keindahan Diwaktu Malam
Pulau ini berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik di utara dan masuk gugusan kepulauan Kumamba yang terdiri tiga pulau: Liki, Armo, dan Kosong.
Masyarakat Liki dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan sumber daya laut, wilayah laut yang ada di Liki merupakan hak ulayat perairan laut orang Teno dan masyarakat secara umum. Dalam adat, masyarakat hanya diperbolehkan mengambil karang yang sudah mati jika ingin membangun rumah. Tidak satupun masyarakat yang berani merusak karang, apalagi melakukan ilegal fishing seperti pemboman ikan.
Kearifan lainnya adalah cara pemeliharaan hasil non-ikan, yaitu bia lola (Trocus niloticus). Pola konservasi tradisional tersebut dikenal dengan nama Abonfan Matilon yaitu kegiatan penutupan wilayah laut jangka waktu tertentu terhadap penangkapan bia lola. Tujuannya, memberikan kesempatan biota tersebut untuk berkembang biak.
Penutupan dan pembukaan kembali wilayah penangkapan bia lola dilakukan melalui ritual adat yang dipimpin Ondowafi. Hasil panen bia lola biasanya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti pembangunan gereja dan fasilitas umum lainnya.
Baca Juga: Terdakwa eks Menkominfo Johnny Plate Divonis 15 Tahun Penjara Dalam Kasus Korupsi BTS 4G Kominfo
Dengan proteksi yang kuat, potensi sumber daya ikan di Pulau Liki melimpah karena terumbu karangnya terjaga baik. Masyarakat tidak susah mendapatkan ikan, meski dengan perahu dan alat pencari ikan sederhana.
Jenis ikan yang ditangkap beraneka, namun yang paling banyak adalah tenggiri, tuna, dan kakap merah. Untuk tenggiri, ia menjadi maskot. Ikan segar ini dijual ke ibukota kabupaten di Distrik Sarmi. Selain itu, dijadikan pula ikan asin yang sebagian besar merupakn oleh-oleh pengunjung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Krisis Selat Hormuz Bisa Ubah Ekonomi Global Selamanya, Dunia Mulai Tinggalkan Minyak Teluk
- 10Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan








