Banten

AWAS! Ternyata Ada Beberapa Jenis Makanan Yang Dapat Membawa Dampak Buruk Terhadap Kemampuan Daya Ingat Manusia

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 15 November 2023, 20:09 WIB
AWAS! Ternyata Ada Beberapa Jenis Makanan Yang Dapat Membawa Dampak Buruk Terhadap Kemampuan Daya Ingat Manusia

AKURAT BANTEN - Sudah menjadi rahasia umum untuk saat ini banyak kalangan masyarakat memiliki hobi menikmati kuliner. Baik itu kuliner nusantara, western dan jenis lainnya. Atau kuliner yang dikukus hingga yang diolah dengan teknik digoreng.

Mungkin anda merupakan kalangan yang memiliki hobi terhadap kuliner, ada baiknya memperhatikan beberapa hal sederhana. Sekalipun hal yang dimaksudkan sangat sederhana, namun memiliki manfaat yang sangat besar, Terlebih lagi yang berkaitan dengan kesehatan tubuh anda saat ini.

Berikut ini beberapa hal sederhana yang harus diperhatikan ketika ingin mengkonsumsi berbagai jenis kuliner saat ini. Diantaranya ialah:

  • Pastikan kuliner yang ingin dinikmati masuk dalam kategori sehat dan higenis, Sehingga baik untuk kesehatan tubuh.
  • Pastikan bahan yang digunakan aman dan steril, selanjutnya yang harus diperhatikan yakni berkaitan pemilihan bahan dari kuliner tersebut.
  • Penyajian kuliner dengan menggunakan wadah yang bersih, penyimpanan yang baik, Selain itu bahan bakunya masih dalam keadaan fresh.

• Baca Juga: Kejagung Geledah Rumah Achsanul Qosasi, Ini Barang-barang yang Disita

• Baca Juga: Kupas Tuntas 'MAKNA PANTUN' Dari Ke-3 Pasangan Capres-Cawapres

• Baca Juga: Asal Usul Kota Serang, Ibu Kota Provinsi Banten: dari Bahasa hingga Besaran UMK

Untuk anda ketahui, Ternyata ada beberapa jenis makanan yang menghambat kemampuan kinerja otak bahkan lebih parah lagi akan mengakibatkan disfungsi kognitif, antara lain:

1. Tuna
Menurut sebuah studi yang diterbitkan Jurnal Integrative Medicine, orang yang mengonsumsi tiga porsi ikan tuna, kerapu, kakap, todak, dan hiu berisiko tinggi mengalami disfungsi kognitif.

Peneliti menilai, tingginya kadar merkuri pada ikan laut dalam membuat ikan tersebut cukup berbahaya bila dikonsumsi berlebihan. Para peneliti menganalisis 384 orang yang mengonsumsi seafood dan meminta mereka menyelesaikan serangkaian tes kognitif. Hasilnya, merkuri bisa mempengaruhi otak.

2. Tahu
Kontroversi kedelai terus diteliti hingga kini. Tapi Anda harus tahu, penelitian yang diterbitkan dalam journal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, Telah menemukan hubungan antara asupan tinggi tahu (9 kali atau lebih per minggu) dengan penurunan kognitif dan kehilangan memori.

Studi ini menganalisis konsumsi tofu dari 719 laki-laki dan perempuan Indonesia yang melakukan serangkaian tes memori.

Hasilnya, mereka yang makan tahu lebih dari 9 porsi seminggu berisiko mengalami penurunan memori dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi tahu.

Peneliti berspekulasi, kandungan phytoestrogen mempengaruhi fungsi otak. Sebaliknya, peneliti menganggap, makanan fermentasi kedelai seperti tempe justru dapat meningkatkan kesehatan otak (dalam studi yang sama).

3. Lemak Jenuh
Para peneliti di University of Montreal menemukan, konsumsi lemak jenuh (seperti minyak kelapa sawit atau mentega) menyebabkan gangguan fungsi dopamin yang mengontrol motivasi dan gangguan mood, kecanduan narkoba, dan makan berlebihan, hasil penelitian ini dilakukan pada beberapa tikus.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal neuropharmacology juga menemukan bahwa lemak jenuh dapat memicu seseorang untuk makan berlebihan.

4. Garam
Perdebatan konsumsi garam menuai kontroversi terkait dampaknya pada tekanan darah dan jantung. Sebuah studi menemukan, asupan tinggi sodium ternyata dapat berpengaruh pada rendahnya tingkat aktivitas fisik dan kemampuan kognitif.

Untuk penelitian ini, para peneliti Kanada melibatkan 1.262 peserta, usia 67 - 84 tahun. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok: rendah, menengah, dan asupan tinggi natrium.

Hasilnya, orang dengan asupan natrium rendah menunjukkan penurunan kognitif lebih lambat dibandingkan peserta dengan tingkat natrium tinggi. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Neurobiology of Aging ini juga mencatat, olahraga teratur dapat menangkal efek negatif natrium pada otak, serta sistem kardiovaskular.

5. Lemak Trans
Bila Anda melihat minyak yang mudah beku saat disimpan di lemari es, menurut Jurnal PLoS One menemukan, apabila mengkonsumsi lemak trans yang berlebihan akan mengalami risiko penurunan memori seperti sulit mengingat kata-kata dan sering salah bicara.

Studi yang melibatkan 1.018 peserta ini mengonsumsi lemak trans mulai dari 3,8 gram per hari sampai 27,7 gram per hari. Dalam percobaan ini, mereka diminta untuk menyelesaikan sejumlah kata dalam seri.

Ternyata peserta studi yang mengonsumsi lemak trans dalam jumlah tinggi per hari, hanya mampu mengingat 65 kata dengan benar, sedangkan rata-rata peserta lain yang mengkonsumsi dengan tingkat rendah bisa mengingat 86 kata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.