Destinasi Wisata Taman Laut Halmahera Maluku Utara 56 Persen Jenis Terumbu Karang Dunia Ada Disini

AKURAT BANTEN - Kepulauan Halmahera memiliki spot cantik untuk melihat keindahan biota laut dan terumbu karang di Indonesia. Keindahan alamnya yang masih terus terjaga hingga sekarang membuat Halmahera disebut sebagai lokasi penyelaman paling bagus yang pernah ada.
Yang luar biasa, dari sekitar 450 spesies terumbu karang yang ada, 56%-nya terdapat di Halmahera. Menarik sekali, bukan?
Hiu berjalan
Uniknya, Taman laut Halmahera terkenal dengan Hiu berjalan yang hidup diantara terumbu karang, ketika sedang berenang di dalam laut, mereka menggunakan 4 sirip di kedua sisi tubuh, mereka hingga terlihat seperti sedang berjalan.
Di dunia, terdapat 9 spesies hiu berjalan (walking shark), dan 5 di antaranya diketahui hidup di perairan Indonesia.
Menariknya lagi, terdapat 1 spesies hiu berjalan yang hanya dapat ditemukan di perairan Maluku Utara, tepatnya: Perairan laut Loleo (Halmahera Tengah)
Pulau Tidore, Maitara,
Lelei (Halmahera Selatan)
Dan Mare.
Makanya, spesies ini dikenal dengan sebutan hiu berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera). Hiu berjalan Halmahera memiliki ukuran tubuh yang terbilang kecil, dengan kisaran panjangnya mencapai 70 cm.
Lalu, biasanya warna tubuh mereka berwarna kecoklatan dengan corak-corak yang unik. Sejak awal Desember 2020, Badan Internasional untuk konservasi alam (IUCN) mengubah status Hiu Berjalan Halmahera dari ‘belum ada data (not evaluated)’ menjadi hampir terancam (near threatened).
- Baca Juga: Destinasi Wisata Taman Laut Bunaken Manado, Mewakili Keindahan Surga Bawah Laut Indonesia
- Baca Juga: Destinasi Wisata Unggulan Bima NTB Dan Profil Singkat Masyarakatnya Yang Tidak Banyak Diketahui Orang
- Baca Juga: Destinasi Wisata Water World Dan World of Wonders Citra Raya, Merupakan Konsep Liburan Moderen Dengan Menggabungkan Unsur Fantasi Dan Edukasi
Tak heran kalau tempat wisata yang satu ini selalu menjadi junjugan bagi siapa saja yang hobi menghabiskan waktu menekuri keindahan alam bawah laut.
Ikan Kodok
Ikan kodok Maluku (Histiophryne psychedelica) yang hidup di terumbu karang perairan sekitar Pulau Ambon dan baru ditemukan pertama kali pada tahun 2009 oleh Ted Pietsch, Arnold & Hall, pada 2009.
Ikan kodok berukuran kecil sekitar 10 cm, dengan garis-garis mencolok berwarna merah muda berpola telapak tangan.
Karena keunikannya ini, biota laut ini menjadi salah satu ikon daya tarik wisata kota Ambon. Akan tetapi, sayangnya terumbu karang tempat mereka tinggal kini semakin tercemar.
Kalau pencemaran ini nggak berhenti, keberadaan mereka pun akan semakin terancam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 2Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










