Banten

Mitos atau fakta: Mengambil Kembali Makanan Yang Telah Jatuh, Selama Kurang Dari Lima Detik

Saeful Anwar | 12 Oktober 2024, 14:56 WIB
Mitos atau fakta: Mengambil Kembali Makanan Yang Telah Jatuh, Selama Kurang Dari Lima Detik

 

AKURAT BANTEN - Sobat Akurat Banten, ada yang berpendapat dan masih percaya bahwa makanan yang sedang kita makan, kemudian jatuh kebawah kurang dari lima detik itu masih dirasa aman.

Tetapi marilah kita pelajari, apakah pernyataan ini sebuah pendapat yang benar ataukah sekedar candaan belaka.

Yuk, mari Sobat muda perhatikan ulasan berikut:

Sobat muda, sebenarnya jangan mematuhi aturan belum lima detik dan mengambil risiko dengan makanan yang jatuh di lantai.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Lanjutkan Uj Coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 70 Jakarta Selatan

Ketika para peneliti di Clemson University dalam sebuah studi tahun 2017 meninggalkan sebuah roti di atas permukaan lantai dalam waktu lima detik. Roti tersebut nyatanya terkontaminasi salmonella. 

Kemudian, para peneliti juga menemukan hasil bahwa "sejumlah besar bakteri berpindah ke makanan dalam waktu lima detik." Itu artinya, makanan boleh diambil dan dimakan lagi sebelum terjatuh lima detik hanya mitos belaka, ya. 

Sebuah penelitian mengungkap mengonsumsi makanan yang sudah jatuh bisa menyebabkan gangguan pencernaan. 

Makanan yang sudah jatuh lebih dari lima detik dinilai sudah terkontaminasi oleh bakteri e coli. 

Baca Juga: Proyek Peningkatan Jalan Pemkot Tangerang Makan Korban, Pengendara Motor Alami Luka Parah

Para peneliti menilai, bakteri bisa menyebar dengan cepat dalam hitungan detik. Hal ini diungkap oleh penelitian yang dilakukan pada 2003.

Dilansir Boldsky, hal senada juga diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan Universitas Rutgers pada 2016.

Mereka melakukan percobaan dengan menjatuhkan berbagai makanan, mulai semangka, roti tawar, roti dengan olesan mentega dan permen gummy ke berbagai permukaan lantai, seperti ubin keramik, karpet dan baja.

Untuk mengetahui makanan mana yang banyak terkontaminasi, peneliti menggunakan empat periode waktu berbeda.

Empat waktu tersebut di antaranya, kurang dari satu detik, lima detik, 30 detik hingga lima menit.

Hasilnya ditemukan bahwa semangka merupakan makanan yang paling banyak terkontaminasi bakteri. Ini karena buah berdaging merah tersebut memiliki sifat lembab.

Baca Juga: Pj Wali Kota Tangerang Gelar Makan Nasi Kebuli, Setelah Arak-arakan Gunung Maulid yang di Ikuti 1500 Peserta pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Selain semangka, permen gummy menjadi makanan yang mudah terkontaminasi. Parahnya, meski makanan yang kotor hanya satu sisi, namun banyak bagian lain dari makanan tersebut yang sudah terkontaminasi secara tidak kasat mata.

Oleh karena itu, sebaiknya hentikan kebiasaan memungut dan memakan makanan yang sudah jatuh ke lantai [**]

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman