Banten

Mitos atau Fakta: Berfoto atau Selfie Bertiga, Yang Tengah Bakal Meninggal Lebih Dulu

Saeful Anwar | 22 Desember 2024, 21:16 WIB
Mitos atau Fakta: Berfoto atau Selfie Bertiga, Yang Tengah Bakal Meninggal Lebih Dulu

AKURAT BANTEN-Mitos adalah cerita yang dianggap benar-benar terjadi oleh penganutnya, sedangkan fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi dan memiliki bukti

Di dunia ini, tentunya banyak mitos dan kepercayaan yang berkembang seputar kematian dan takdir.

Salah satu yang cukup menyeramkan adalah mitos tentang foto bertiga, di mana dipercaya bahwa jika ada tiga orang dalam satu foto, maka yang berada di posisi tengah akan meninggal terlebih dahulu.

Mitos ini sering menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat, terutama di lingkungan yang kental dengan tradisi.

Asal-usul mitos ini sulit untuk dilacak, namun banyak yang percaya bahwa hal ini berkaitan dengan konsep keseimbangan dan posisi dalam kehidupan.

Posisi tengah dalam foto dianggap sebagai pusat perhatian, sehingga dianggap membawa "energi" atau "takdir" yang lebih besar.

Baca Juga: PDIP Tolak PPN 12 Persen, Ali Zamroni: Apakah Mereka Lupa Ketua Panjanya

Dalam beberapa budaya, angka tiga juga memiliki makna mistis, sering kali diasosiasikan dengan kehidupan, kematian, dan kelahiran.

Meski terkesan menakutkan, banyak orang yang mempercayai mitos ini dan berusaha menghindari foto bertiga.

Dalam beberapa kasus, orang bahkan rela berdesakan agar tidak berada di posisi tengah.

Namun, ada juga yang menganggap ini sebagai lelucon atau hanya sekadar mitos belaka tanpa dasar yang kuat.

Dari perspektif ilmiah, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa posisi dalam foto dapat mempengaruhi umur seseorang.

Mitos ini lebih cenderung mencerminkan ketakutan manusia terhadap kematian dan ketidakpastian.

Mengingat betapa kompleksnya hidup, hal-hal seperti ini sering kali dijadikan cara untuk mengatasi rasa takut dan memberikan penjelasan yang lebih mudah diterima.

Menariknya, mitos ini tidak hanya ada di Indonesia. Di beberapa negara lain, ada kepercayaan serupa mengenai foto dan kematian.

Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya dan tradisi dalam membentuk keyakinan kita.

Baca Juga: 48.823 Penumpang Menyebrang Dari Pelabuhan Merak ke Sumatera

Meski tidak bisa dipastikan kebenarannya, mitos tentang foto bertiga menjadi salah satu contoh bagaimana manusia mencoba memahami misteri kehidupan dan kematian.

Jadi, jika kamu pernah mendengar atau mempercayai mitos ini, ingatlah bahwa itu hanyalah sebuah cerita yang berkembang di masyarakat.

Yang terpenting adalah menjalani hidup dengan bijak dan menghargai setiap momen. Sebuah foto mungkin hanya sebuah gambar, tetapi kenangan yang tercipta di dalamnya adalah yang paling berarti.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman