Banten

Film A Business Proposal Versi Indonesia Diduga Turun Layar Lebih Cepat, Imbas Diboikot Fans K-Drama, Abidzar Al Ghifari Tersudutkan?

Cooky T. Adhikara | 9 Februari 2025, 19:36 WIB
Film A Business Proposal Versi Indonesia Diduga Turun Layar Lebih Cepat, Imbas Diboikot Fans K-Drama, Abidzar Al Ghifari Tersudutkan?

AKURAT BANTEN - Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya adaptasi dari drama Korea populer, "A Business Proposal."

Versi film ini, yang dibintangi oleh Abidzar Al Ghifari dan Ariel Tatum, resmi tayang di bioskop pada 6 Februari 2025.

Namun, hanya dalam hitungan hari, film ini mengalami penurunan jumlah penonton yang signifikan dan mulai ditarik dari sejumlah layar bioskop. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sejak hari pertama tayang, film A Business Proposal mendapatkan respons yang kurang menggembirakan.

Baca Juga: Diboikot Fans K-Drama? Ini Alasan Film A Business Proposal Indonesia yang Dibintangi Abidzar Al Ghifari Sepi Penonton!

Pada hari pertama, film ini hanya mampu menarik sekitar 10.035 penonton.

Angka ini terus menurun di hari-hari berikutnya, dengan total hanya mencapai 21.383 penonton hingga 8 Februari 2025.

Dibandingkan dengan ekspektasi awal yang cukup tinggi, angka ini tentu jauh di bawah harapan.

Tak hanya jumlah penonton yang menurun, jumlah layar yang menayangkan film ini juga mengalami pengurangan drastis.

Dari awalnya 1.270 layar pada hari pertama, film ini turun menjadi hanya 551 layar pada hari kedua, dan bahkan menyusut hingga 286 layar pada hari ketiga.

Hingga 9 Februari 2025, film ini hanya diputar di beberapa bioskop di Jabodetabek dengan jumlah layar yang semakin terbatas.

Baca Juga: Erica Carlina Pemeran Utama Film Pengantin Setan, Pacaran Gak Suka Cowok Bule, Ada Apa ? Ini Profilnya...

Salah satu penyebab utama dari turunnya jumlah penonton film ini adalah kontroversi yang melibatkan pemeran utama, Abidzar Al-Ghifari.

Dalam wawancara, Abidzar mengaku tidak menonton versi asli drama Korea A Business Proposal, sebelum memerankan karakternya dalam film ini.

Pernyataan ini memicu reaksi negatif dari para penggemar drama Korea, yang menganggapnya kurang menghargai sumber aslinya.

Tak berhenti di situ, Abidzar juga mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut penggemar drama Korea sebagai "fanatik."

Hal ini semakin memicu kemarahan netizen, yang kemudian menyerukan boikot terhadap film tersebut di media sosial. Dampaknya cukup terasa, karena seruan boikot ini berkontribusi besar terhadap penurunan jumlah penonton.

Kegagalan A Business Proposal versi Indonesia menjadi pelajaran penting bagi industri film Tanah Air.

Baca Juga: Inilah Daftar Film Bisokop yang Siap Tayang di Januari 2025, Cek Jadwal Rilisnya!

Adaptasi dari sebuah karya populer memerlukan pendekatan yang hati-hati, termasuk pemilihan pemeran yang tidak hanya memiliki kemampuan akting, tetapi juga memahami dan menghormati sumber materi asli.

Selain itu, promosi yang baik dan respons terhadap kritik juga menjadi faktor penting dalam menentukan kesuksesan sebuah film.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.