Banten

Trauma Chindo Menyebut Nama Anies Baswedan, Ingatkan Kerusuhan Rasial

Mitha Theana | 22 November 2023, 19:15 WIB
Trauma Chindo Menyebut Nama Anies Baswedan, Ingatkan Kerusuhan Rasial

AKURAT BANTEN - Pilkada DKI Jakarta yang melambungkan nama Anies Baswedan hingga menjadi Gubernur DKI menyisakan trauma. 

Saat itu, Anies Baswedan berdiri di atas politik agama yang kejam, hingga menyebabkan rawannya konflik rasial.

Para Chindo yang banyak tinggal di Jakarta pun ketakutan. Apalagi, mereka punya pengalaman yang membekas pada tahun 1998. 

Baca Juga: Kejari Jakarta Pusat Tetapkan 2 Tersangka Baru Korupsi Gula

Trauma mendalam ini dirasakan langsung oleh Awi Chin. Melalui akun X miliknya @AdorkableRacer, dia mengaku sangat trauma. 

"Mau Anies sebagus apapun, waktu Pilkada Jakarta itu traumatic experience banget. It just triggered kejadian 98," katanya, dikutip Akurat Banten, Rabu (22/11/2023). 

Menurutnya, pribumi tidak akan merasakan trauma hebat ini. Karena yang banyak menjadi sasaran dari kerusuhan rasial adalah Chindo.  

"Kalian yang bukan Chindo gak akan tahu betapa cemasnya tiap hari takut ada pecah kerusuhan rasial lagi," ungkapnya. 

Baca Juga: SKOR AKHIR: 1-2 Inggris Menangis, KEOK Lawan Uzbekistan

Senada diungkapkan Elisa @elisa_jkt. Dia mengaku, dirinya seorang Tionghoa dan menjadi saksi atas peristiwa penembakan Trisakti 1998.

"Saya Tionghoa, ada di Untar saat penembakan mahasiswa Trisakti depan kampus, 12 Mei 1998. Ada di Grogol 13 Mei saat kerusuhan pertama merebak, dan 14 Mei cuma 500 meter dari 2 pasar yang dijarah dan dibakar," sambungnya. 

Dirinya pun mengaku masih trauma dengan kerusuhan rasial itu. Apalagi saat melihat penggusuran paksa. 

Baca Juga: Mahasiswa Elisabeth International Bali Ditemukan Tewas, Kamar Kos Dipenuhi Lalat Hijau dan Bau Busuk

"Trauma saya terkini adalah melihat penggusuran paksa di 4 kampung tahun 2015-6," ungkapnya. 

Lain lagi dengan Koko Busa | Kerja di Pabrik Busa @koko_busa. Dia mengaku, Pilkada DKI Jakarta saat itu merupakan polkada paling suram yang dirasakannya di DKI Jakarta. 

"Karena saat pilkada waktu itu, ada trauma yang terangkat. Tgl 4/11, ada kerumunan rusuh mulai dari daerah Pakin Jakarta Utara. Menjarah dan bentrok sama polisi," bebernya. 

Baca Juga: SIFAT-SIFAT Orang Yahudi menurut Al-Quran, Kaum Muslimin Wajib Paham!

Dirinya pun berterima kasih kepada Kapolri yang bergerak cepat melakukan antisipasi kerusuhan meluas hingga menjadi kerusuhan rasial seperti yang terjadi pada 1998. 

"Untungnya Pak Tito cukup ahli soal ini, jadi pasukannya tidak ada yang open fire. Salah dikit aja, bisa rame kayak Mei 98," tukasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.