Banten

Tokoh Bali Ni Luh Djelantik: Kami Susah Payah Menjaga Toleransi, Arya Wedakarna Harus Minta Maaf!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 2 Januari 2024, 19:46 WIB
Tokoh Bali Ni Luh Djelantik: Kami Susah Payah Menjaga Toleransi, Arya Wedakarna Harus Minta Maaf!

AKURAT BANTEN - Pernyataan Arya Wedakarna mendapat penentangan dari berbagai pihak, Salah satunya adalah tokoh Bali Ni Luh Djelantik. Ni Luh meminta agar Arya mau meminta maaf dan bertanggung jawab terhadap pernyataannya tersebut.

"Puluhan ribu komentar di berbagai platform mengkritik dan menyayangkan pernyataanmu. Bali dan rakyat Bali dihujat dimana-mana. Tak terhitung yang mengetag akun mbok Niluh." Ungkapnya.

"Mbok meminta agar kamu minta maaf dan mempertanggungjawabkan ucapanmu," kata Ni Luh dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (2/1/2024).

Ni Luh menambahkan, jika Arya ingin frontliner di bandara memakai bunga dan bija, bisa disampaikan dengan padat dan jelas, Juga fokus pada kualitas pelayanan publik.

"Mengapa jadi melebar kemana-mana menyinggung penutup kepala dan Middle East? Ngapain pakai kata tamiu tinggal di Bali sementara cari makan? Kamu tahu kan kalau banyak orang Bali merantau ke luar Bali? Kamu paham kan banyak orang Bali tinggal dan kerja di Middle East?" kata Ni Luh.

Ni Luh juga menyinggung istri Bung Karno, Fatmawati yang berkerudung.
Ni Luh juga mengingatkan, istri dari Bung Karno, Fatmawati memakai kerudung. Ibu negara yang juga istri dari Presiden Jokowi, Iriana Jokowi juga sering mengenakan hijab. Ni Luh mengaku sedih membaca komentar masyarakat yang merasa tersakiti oleh pernyataan Arya.

"Kami yang susah payah menjaga toleransi sekarang kena ikut getahnya," kata dia.

"Kamu harus minta maaf dengan tulus. Lakukan segera sebelum terlambat. Jaga kerukunan dan rawat keberagaman bangsa ini. Kalau beliau masih hidup, Bung Karno pasti menangis bersama kami," kata Ni Luh menegaskan.

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.