Profil Surya Paloh Perjuangannya Sebagai Tokoh Pers Dan Tokoh Politik Sejak Zaman Orde Baru

AKURAT BANTEN - Sosok Dr. (H.C.) Drs. H. Surya Dharma Paloh yang lahir 16 Juli 1951 adalah politikus Indonesia dan pengusaha media massa, Ia lahir dari pasangan Daud Paloh dan Nursiah Paloh.
Beliau dikenal sebagai Surya Paloh dan sebagai pimpinan Media Group seperti Harian Media Indonesia, Lampung Post, dan Stasiun Televisi MetroTV.
Dalam dunia politik, Dia aktif sebagai politikus handal di negeri ini dan menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Demokrat.
Sebelumnya adalah mantan Ketua Dewan Penasihat Partai Golongan Karya (Golkar) periode 2004-2009 dan pendiri Ormas Nasional Demokrat, yang kemudian dianggap sebagai penerus Partai Nasdem (Partai Nasional Demokrat).
Profil Surya Paloh
Nama Surya Paloh memang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Dia merupakan Ketua Umum Partai NasDem yang saat ini masih dijabatnya.
Selain menjadi ketua umum, Surya Paloh memiliki usaha pers yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia yakni Metro TV.
- Baca Juga: Sri Mulyani: Tunjangan Uang Makan PNS Hanya di Berikan kepada 3 kategori Saja!
- Baca Juga: Presiden Jokowi: PNS Tidak Berikan THR dan Gaji 13 Tahun 2024, Begini Alasannya!
- Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS Diperkirakan Akan Terlambat Karena Desas-Desus Mundurnya Menkeu Sri Mulyani
Selain itu dia memiliki media lainnya yaitu
Harian Atjeh Post
Mingguan Peristiwa di Aceh
Harian Mimbar Umum di Medan.
Harian Sumatra Ekspres di Palembang
Harian Lampung Pos di Bandar Lampung
Harian Gala di Bandung
Harian Yoga Pos di Yogyakarta
Harian Nusa Tenggara dan Bali News di Denpasar
Harian Dinamika
Berita Pemimpin Perang Banjarmasin
Harian Cahaya Siang di Manado.
Awalnya sejak tahun 1973 bersama kakak iparnya Jusuf Gading, Surya dipercaya sebagai Direktur Utama PT Ika Diesel Bros untuk menjalankan usaha distributor mobil Ford dan Volkswagen, di Medan. Dari situ kariernya meningkat dan cemerlang.
Melansir Tribunnews.com, pada 1975, ia ditunjuk pula menjadi kuasa usaha Direksi Hotel Ika Darroy, terletak di Banda Aceh, merangkap sebagai Direktur Link Up Coy, Singapura, yang bergerak di bidang perdagangan umum.
Surya Paloh kemudian mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986.
Awalnya, koran yang dicetak berwarna ini, laku keras. Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah.
Namun, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, karena keburu dicabut SIUPP-nya oleh pemerintah. Saat itu, isinya dianggap kurang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia.
Kendati bidang usaha penerbitan pers mempunyai risiko tinggi, bagi Surya Paloh, bidang itu tetap merupakan lahan bisnis yang menarik.
Ia memohon SIUPP baru, namun, setelah dua tahun tak juga keluar. Minatnya di bisnis pers tak bisa dihalangi, ia pun kerjasama dengan Achmad Taufik Menghidupkan kembali Majalah Vista.
Pada 1989, Surya Paloh bekerja sama dengan Drs T Yously Syah mengelola koran Media Indonesia.
Kemajuan koran ini, menyebabkan Surya Paloh makin bersemangat untuk melakukan ekspansi ke berbagai media di daerah.
Disamping Media Indonesia dan Vista yang terbit di Jakarta, Surya Paloh bekerjasama menerbitkan sepuluh penerbitan di daerah.
Pada 18 November 2000, Surya Paloh mengundang Presiden Abdurrahman Wahid untuk meresmikan pendirian Metro TV sebagai sebuah stasiun televisi berita pertama di Indonesia.
Lambang kepala burung rajawali putih mulai muncul pada dua entitas media yang berpengaruh miliknya, koran Media Indonesia dan stasiun televisi Metro TV.
Seminggu kemudian tepatnya pada 25 November 2000 Metro TV mulai mengudara pertama kali, menyajikan siaran berita selama 18 jam setiap hari dengan dukungan teknologi yang full digital.
Kemudian, pada 1 April 2001 Metro TV siaran non-stop selama 24 jam setiap hari.
Pemilik nama lengkap Surya Dharma Paloh atau dikenal dengan Surya Paloh, lahir di Kutaraja Banda Aceh, 16 Juli 1951.
Anak dari pasangan Muhammad Daud Paloh dan Nursiah Paloh ini besar dan tumbuh di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
- Baca Juga: Alasan DLH Kota Tangerang Terkait Sampah Semakin Banyak di Atas Trotoar
- Baca Juga: Bandingkan Gaji Pratama Arhan Vs Megawati di Liga Korea, Siapa Lebih Tinggi?
- Baca Juga: Kasian, Nasib Korban Bencana Banjir Bandang 2020 di Lebak Belum Jelas
Lantaran kegiatan politiknya yang meningkat, ia memutuskan pindah ke Jakarta saat menjadi anggota MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).
Surya Paloh juga pernah menjadi Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004-2009.
Hingga kemudian mendirikan ormas Nasional Demokrat, yang kemudian dianggap sebagai penerus Partai NasDem (Partai Nasional Demokrat).
Surya Paloh menikah dengan Rosita Barrcak dan di karuniai anak bernama Prananda Surya Paloh. Prananda sekarang aktif di bidang politik mengikuti jejak ayahnya.
Lulus SMA Surya melanjutkan studinya di jenjang kuliah pada Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara.
Namun, kuliahnya tidak lancar dan tidak selesai. Kemudian melanjutkan kembali di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Islam Sumatra Utara, Medan.
Semasa kuliah, dia sangat terkenal karena aktif organiasasi. Surya Paloh membuat organisasi massa yang sama-sama menentang kebijakan salah dari pemerintahan Orde Lama.
Ia menjadi salah seorang pimpinan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Setelah KAPPI bubar, ia menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar pada Sekretariat Bersama Golkar.
Beberapa tahun kemudian, Surya Paloh mendirikan Organisasi Putra-Putri ABRI (PP-ABRI). Setelah itu, ia menjadi pimpinan PP-ABRI Sumatra Utara.
Di organisasi ini, pada 1978, didirikannya bersama anak ABRI yang lain, di tingkat pusat Jakarta, yaitu bernama Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










