Menteri Sosial Tri Rismaharini Tak di Libatkan Oleh Presiden Jokowi Dalam Program Pembagian Bansos

AKURAT BANTEN - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma tak dilibatkan dalam program pembagian bansos, yang dilakukan Presiden Joko Widodo akhir-akhir ini.
Diketahui penyusunan program bansos ini dikabarkan untuk menarik simpati pemilih menjelang hari pencoblosan pada 14 Februari 2024.
Anehnya, program bansos ini justru tak melibatkan Mensos Risma yang paling bertanggung jawab dalam penyaluran bantuan.
Tri Rismaharini tidak mau berkomentar terkait fenomena tersebut, ketika ditanya awak media saat mengikuri acara penyerarahan secara simbolis akta kelahiran dan kartu identitas anak (KIA) kepada 122 anak panti asuhan di Batam.
"Maaf ya, saya nggak mau jawab itu," kata Risma, di Kantor Kejaksaan Negeri Batam, Rabu, 24 Januari 2024.
Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat DPP PDIP, Komarudin Watubun mengakui jika semua informasi saat ini sangat terbuka, sehingga dia mengibaratkan jika jarum yang jatuh di istana pun dapat diketahui seluruh masyarakat.
"Itu seluruh rakyat Indonesia sudah tahu, tak perlu saya jelaskan, Jarum jatuh di istana. Jangan dipikir kita tidak tahu" ungkapnya di Kompleks DPR RI, Jumat 27 Januari 2024.
- Baca Juga: Rencana Kampanye Akbar Paslon AMIN di JIS, Ternodai Pembatalan Sepihak Bus Yang Sudah Dipesan Dan Dibayar
- Baca Juga: Banjir dan Gempa Terjang Bali, Aktivitas Ekonomi Warga Terganggu
- Baca Juga: Unggahan Bobby Nasution Tuai Kritik Netizen, Dianggap Kampanye Terselubung Capres No 2
Watubun mengatakan justru Jokowi mengerahkan satuan tugas Cakra Buwana. Satgas ini tidak mewakili kepartaian tapi bergerak independen.
Ia pun menegaskan dalam waktu dekat akan melangsungkan apel besar Satgas Cakra Buwana.
"Jadi ya sudah sekarang gunakan hape, mata, kepala, dan telinga semua dipakai. Demokrasi harus diselamatkan, kalau enggak ya sudah kita kembali nol lagi," katanya.
Ia pun meyakini kalau kekuatan besar rakyat tidak dapat dilawan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ini pun harus diperjuangkan, jangan sampai justru menjadi perusak reformasi.
"Saya sudah ingatkan juga Bawaslu, KPU, DKPP, termasuk MK itu lembaga yang lahir karena reformasi yang mestinya mereka harus tahu itu," katanya.
Bansos diduga menjadi bagian dari upaya memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo-Gibran.
Pembagian bansos ini pun disinyalir menggunakan Anggaran Pendapatan Negara (APBN). Kemudian Pemerintah pun dikabarkan tak menggunakan data versi Kemensos dalam menyalurkan bansos.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










