Banten

Warga Sawangan Diduga Jadi Korban Malapraktik RS Brawijaya Depok, dari Efek Samping Obat hingga Infeksi Jarum Suntik

Mitha Theana | 5 Maret 2024, 16:10 WIB
Warga Sawangan Diduga Jadi Korban Malapraktik RS Brawijaya Depok, dari Efek Samping Obat hingga Infeksi Jarum Suntik

AKURAT BANTEN - Seorang pasien RS Brawijaya Depok, diduga menjadi korban malapraktik alergi obat, hingga tidak bisa bangun. 

Dilansir dari Instagram @depokhariini, dikatakan bahwa dirinya berobat ke poli kulit RS Brawijaya Depok, Sawangan. 

"Pada 19 Desember 2023 lalu, saya berobat ke poli kulit RS Brawijaya Depok Sawangan. Saya ditanya perawat di nurse station sekaligus dilakukan pemeriksaan tensi," katanya, dikutip Selasa (5/3/2024).

Baca Juga: Daftar Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2024, Buruan Cek Disini!

Dalam pemeriksaan itu, pria asal Pasir Putih Sawangan, ini mengaku sudah mengatakan, bahwa dirinya alergi obat asam mefenamat. 

"Saya sudah menyampaikan bahwa saya alergi terhadap obat asam mefenamat. Setelah konsultasi dengan dokter spesialis, saya diresepkan obat yang serupa namun berbeda merk," sambungnya. 

Setelah beberapa hari minum obat tersebut, dirinya pun langsung mengalami efek samping tidak bisa bangun tidak beberapa hari. 

"Setelah saya mengeluh dengan keras, manajemen menjanjikan untuk memberikan perawatan kembali secara gratis sebagai tanggung jawab mereka. Namun, ternyata asuransi saya digunakan saat masuk IGD dan rawat inap kembali," ungkapnya. 

Baca Juga: Ada 2 Long Weekend di Bulan Maret 2024? Cek Tanggalnya Disini

Dirinya pun akhirnya dirawat inap selama 6 hari dan mengalami demam tinggi berulang kali akibat infeksi dari jarum infus yang tidak direlokasi dari kiri ke kanan.

"Sampai saat ini, saya masih menunggu tanggung jawab penuh dari RS atas kelalaian yang mereka lakukan," sambungnya. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah melayangkan somasi melalui kuasa hukum. Namun, prosesnya terkesan tertunda dan belum menemukan titik tengah, karena respons manajemen yang lambat. 

"Saya berharap kedepannya tidak ada lagi korban kelalaian yang menimpa pasien akibat ulah oknum di rumah sakit," tukasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.