Banten

Rencana BRICS, Siap Luncurkan Uang Bersama, Melawan Monopoli Dolar Dipasar Global, Indonesia Baru Mendaftarkan Diri Bergabung

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 26 Oktober 2024, 19:28 WIB
Rencana BRICS, Siap Luncurkan Uang Bersama, Melawan Monopoli Dolar Dipasar Global, Indonesia Baru Mendaftarkan Diri Bergabung

AKURAT BANTEN - Anggota BRICS berencana akan menggunakan Mata uang bersama yang akan digunakan oleh anggotanya seperti, Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan dan beberapa negara yang baru bergabung, termasuk Indonesia yang baru mengajukan diri sebagai anggota.

Adapun munculnya gagasan ini, karena adanya keinginan negara-negara tersebut, untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional.

Munculnya BRICS, dianggap sebagai blok yang memiliki potensi ekonomi yang kuat pada 2050 nanti, mereka dapat memperkuat posisinya di ekonomi global dengan mengurangi monopoli dolar dalam perdagangan internasional.

Baca Juga: Remaja di Tangerang Gunakan Tramadol untuk Balap Liar, Finish di Kantor Polisi

Inisiatif ini juga bertujuan untuk mengatasi fluktuasi nilai tukar yang sering memengaruhi stabilitas ekonomi di negara-negara BRICS.

Dengan mata uang bersama, negara-negara anggota diharapkan dapat melakukan transaksi perdagangan dengan lebih mudah dan efisien.

Hal ini akan mempermudah negara-negara BRICS dalam menjalankan kegiatan ekspor-impor tanpa harus khawatir dengan fluktuasi nilai tukar dolar, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam perdagangan global.

Baca Juga: 58 Tahun Berdiri, Kini Sritex Dinyatakan Pailit oleh PN Niaga Semarang, Manajemen Ungkap Dampak langsung 14.112 hingga 50 ribu Karyawan

Salah satu alasan utama di balik inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kedaulatan ekonomi negara-negara BRICS.

Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, ketergantungan pada dolar AS menimbulkan risiko bagi negara-negara berkembang, terutama ketika Amerika Serikat memberlakukan sanksi ekonomi yang memengaruhi pasar global.

Dengan memiliki mata uang sendiri, BRICS berharap dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan mereka tanpa campur tangan pihak eksternal.

Baca Juga: Jual Tramadol Berkedok Konter Hp di Tangerang, Pelajar Asal Aceh Diringkus Polisi

Namun, pelaksanaan mata uang BRICS ini tidak mudah dan masih menghadapi berbagai tantangan. Perbedaan kebijakan ekonomi, inflasi, serta ketidakseimbangan ekonomi antarnegara menjadi kendala utama dalam menciptakan mata uang yang stabil dan diterima semua pihak.

Di samping itu, implementasi mata uang baru juga membutuhkan waktu dan infrastruktur yang kuat agar dapat diterima dalam pasar global yang sangat kompetitif.

Selain itu, upaya ini dapat berdampak pada hubungan BRICS dengan negara-negara barat, terutama Amerika Serikat, yang mungkin merasa tersaingi.

Baca Juga: Elon Musk Mampu Mendaratkan Uang Kedalam Rekeningnya, Sehari Capai RP530 Triliun, Apa saja Usahanya?

Meski BRICS memiliki pasar yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, keberhasilan mata uang ini akan bergantung pada sejauh mana negara-negara anggota mampu bekerja sama untuk membangun ekonomi yang lebih kuat.

Hal ini memerlukan komitmen dan sinergi dari masing-masing negara dalam mengatasi tantangan internal dan eksternal.

Dengan segala tantangannya, ide mata uang BRICS adalah langkah ambisius yang berpotensi mengubah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Raffi Ahmad Dapat Gaji Plus Tunjangan Cuma Rp18,6 juta per Bulan Sebagai UKP, Pengamat: Strategi pemerintah Manfaatkan Pengaruh Raffi

Jika berhasil, mata uang ini tidak hanya akan memperkuat posisi BRICS di dunia internasional tetapi juga membuka alternatif baru dalam sistem perdagangan global.

Bagi banyak negara berkembang, hal ini bisa menjadi peluang untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan memiliki kendali lebih besar atas perekonomian mereka sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.