Gegara 5 Tahun Bikin 35 Perusahaan, Raffi Ahmad Disebut Mesin Cuci Terbesar di Dunia, Maksudnya Money laundering?

AKURAT BANTEN - Raffi Ahmad yang dikenal sebagai artis papan atas tanah air, namun belakangan lebih dikenal sebagai pebisnis yang sukses, oleh kalangan penggemarnya.
Terkait sosoknya yang menjadi obrolan hangat oleh warganet saat ini, bukan karena usai dirinya dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Dan bukan pula terkait gaji pokok Rp5.040.000 per bulan dan tunjangan Rp13.608.000 per bulan, serta fasilitas lain, untuk menunjang kinerjanya sebagai UKP.
Namun, bahan perbincangan hangatnya adalah Raffi Ahmad memiliki 35 perusahaan yang dibikin hanya dalam kurun waktu yang sangat singkat, 5 tahun saja dan dianggap tak lazim.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham, ia mulai mendirikan perusaahaan sejak tahun 2020 silam. Seperti:
- Tahun 2020, ia memiliki 2 perusahaan yakni;
PT Rans Media Indonesia
PT Rans Animasi Indonesia. - Tahun 2021, mendirikan 10 perusahaan.
- Tahun 2022 mendirikan 7 perusahaan.
- Tahun 2023 mendirikan 12 perusahaan.
- Tahun 2024 mendirikan 4 perusahaan, yakni;
PT RFA Sieber Intersional
PT Agung Rans Bersahaja Indonesia
PT RFA Minang Maju
PT Sultang Pangan Perkasa.
Baca Juga: Terdapat Bukti, Laporan Mirzani terhadap Vadel Badjideh di Polres Jaksel Naik ke Tahap Penyidikan
Said Didu akhirnya angkat bicara soal 35 perusahaan yang didirikan oleh Raffi, dengan menyebutnya sebagai "Mesin cuci terbesar didunia," tulisnya.
Ternyata, sebelumnya, sang mantan Sekretaris BUMN ini pernah mengunggah, terkait kondisi pusat kuliner khas Nusantara milik Raffi Ahmad dan Kaesang di BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Dalam cuitannya, Said Didu kembali menyinggung soal mesin cuci, dan menyebut jika bisnis yang diisi 122 UMKM tersebut kini sudah sepi pengunjung.
Baca Juga: Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Puluhan Komunitas Vespa Riding Keliling Kota Tangerang
"Minggu malam mengunjungi Rans Nusantara Hebat (milik Rafi Ahmad dan Kaesang) di BSD. Situsinya? Silakan publik menilai," tulisnya pada 22 September 2024 lalu.
Ia mengunggah empat foto yang menunjukkan kondisi tempat yang diklaim sebagai pusat kuliner terbesar di Indonesia tersebut.
Said Didu pun, mencoba memperlihatkan, bangku-bangku yang tampak kosong namun lampu-lampu tetap dinyalakan, beberapa stand makanan dan minuman pun terlihat tutup dan kosong dari kunjungan para pembeli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







