Gegara Penghianat Bangsa Londo Ireng, Belanda yang Tidak lebih Besar dari Jabar dan Sumsel, Bisa Kuasai Indonesia 350 Tahun

AKURAT BANTEN - Belanda tidak lebih besar dari Jawa Barat (Jabar) atau Sumatera Selatan (Sumsel), namun bisa kuasai Indonesia selama 350 Tahun karena penghianat bangsa, yang dikenal dengan nama "Londo Ireng".
Londo Ireng merupakan warga pribumi yang menjadi tentara angkatan perang Belanda atau kelompok masyarakat biasa yang ditugaskan untuk menjadi mata-mata bagi masyarakat penentang pendudukan atau penjajah.
Mereka sengaja dibentuk untuk menjadi kaki tangan Belanda atau penghianat bagi bangsanya sendiri dengan melakukan aksi intimidasi, menakut-nakuti bahkan adu domba antar warga pribumi.
Baca Juga: Si Kecil yang Tangguh: Mengungkap Fakta-Fakta Menarik tentang Cicak yang Mungkin Belum Kamu Ketahui!
Padahal, Belanda dikenal sebagai salah satu negara dengan luas wilayah yang relatif kecil di Eropa, yaitu sekitar 41.500 km². Dengan ukuran ini, negara ini bahkan lebih kecil dibandingkan banyak provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat (Jabar) atau Sumatera Selatan (Sulsel).
Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang berada di Pulau Jawa dengan luas wilayah mencapai 37.087,92 km2. Provinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Laut Jawa, Samudera Hindia, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten serta Provinsi Jawa Tengah yang secara administratif terbagi atas 18 kabupaten dan 9 kota.
Nah, akan tampak lebih kecil lagi luas wilayah Belanda, jika dibandingkan dengan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang memiliki luas wilayah sebesar 91.592,43 kilometer persegi.
Baca Juga: Bukan Cuma Pandai Bicara: Menguak Keunikan Beo Nias, Burung Endemik Paling Langka di Sumut!
Secara geografis wilayah Sumsel berbatasan dengan Provinsi Jambi di sebelah utara, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di sebelah timur, Provinsi Lampung di sebelah selatan dan Provinsi Bengkulu di sebelah barat.
Pertanyaannya adalah, kenapa Indonesia yang begitu luas dan dan memiliki jumlah penduduknya nomor empat didunia setelah India, China dan Amerika, sangat mudah dikuasai oleh Belanda?
Indonesia relatif mudah dijajah negara lain, seperti Belanda karena berbagai faktor, seperti:
~ Persaingan antar kerajaan di Nusantara
~ Strategi membagi-bagi kekuasaan
~ Memanfaatkan persaingan antar wilayah
~ Menggunakan politik adu domba untuk memperlemah perlawanan bangsa Indonesia
~ Belanda memiliki kekuatan militer dan ekonomi yang lebih unggul.
~ Indonesia menjadi rebutan penjajah karena memiliki kekayaan alam yang melimpah
Baca Juga: Terungkap! Inilah Alasan Beo Bisa Bicara Mirip Manusia dan Hidup Hingga 80 Tahun Lebih
Agar lebih mudah memahami terkait mudahnya penjajah menguasai Indonesia, berikut penjelasannya:
1. Kekayaan Alam
Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat dibutuhkan oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk Belanda, seperti rempah-rempah, hasil hutan, dan sumber daya mineral. Kekayaan ini menjadi daya tarik utama bagi Belanda untuk menjajah Indonesia.
2. Persaingan Antar Kerajaan
Pada masa itu, di Nusantara masih banyak kerajaan-kerajaan kecil yang sering bersaing dan bahkan berperang satu sama lain. Belanda memanfaatkan persaingan ini dengan cara bermain "adu domba" antara kerajaan-kerajaan, sehingga mereka terpecah belah dan sulit untuk bersatu menghadapi Belanda.
Baca Juga: Terungkap! Modus Pemerasan Licik Terhadap Karyawan Baru Pabrik di Cikande, Pelaku Berhasil Diciduk!
3. Strategi "Divide et Impera"
Belanda menggunakan strategi "divide et impera" atau "adu domba" untuk memperlemah perlawanan bangsa Indonesia. Mereka mendukung beberapa kerajaan dengan bantuan militer dan ekonomi, tetapi dengan syarat kerajaan tersebut tunduk pada kekuasaan Belanda.
4. Kekuatan Militer dan Ekonomi
Belanda memiliki kekuatan militer dan ekonomi yang lebih unggul dibandingkan dengan bangsa-bangsa di Nusantara. Mereka memiliki senjata yang lebih canggih, kapal perang yang lebih modern, dan sistem keuangan yang lebih kuat.
5. Munculnya VOC
VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda merupakan lembaga yang sangat berpengaruh dalam penjajahan Belanda di Indonesia.
Baca Juga: Diduga Sampul Skripsi dan Salinan Skripsi Asli Jokowi Sudah Dipegang Pihak Kepolisian
VOC memiliki modal yang besar, armada yang kuat, dan monopoli perdagangan rempah-rempah, sehingga dapat mengendalikan perdagangan dan ekonomi di Nusantara.
Coba kita bandingkan! Menyimak salahsatu akun Tiktok @ruslanlan3, menyebut kenapa Belanda menyerah dan tidak bisa menguasai Aceh?
Hal ini disebabkan rakyat Aceh memiliki integritas, patriotisme dan rasa nasionalis yang tinggi, sehingga tidak ada "Londo Ireng" atau penghianat bangsa penindas rakyatnya sendiri, yang bisa ditemukan di Aceh.
Baca Juga: Situ Gintung Bersih dari 'Pak Ogah': Dua Juru Parkir Liar Diciduk dengan Karcis Bodong!
Jadi, banyak yang menilai, jangan pernah tanyakan tentang nasionalisme kepada rakyat Aceh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










