Banten

Jakarta Lumpuh! Driver Ojol Demo Geruduk Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Total

Andi Syafriadi | 21 Juli 2025, 18:25 WIB
Jakarta Lumpuh! Driver Ojol Demo Geruduk Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Total

 

AKURAT BANTEN – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, pada Senin, 21 Juli 2025.

Aksi ini menimbulkan dampak lalu lintas yang signifikan, termasuk penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan arah Stasiun Gambir.

Baca Juga: Aksi Damai di Tengah Kota: Ketegasan Polisi dan Suara Ojol untuk Keadilan Tarif

Pantauan di lapangan menunjukkan, massa ojol berdatangan sejak pagi hari, lengkap dengan jaket hijau khas perusahaan aplikasi masing-masing.

Mereka memenuhi ruas Jalan Medan Merdeka Selatan dan membawa sejumlah atribut seperti bendera komunitas GARDA (Gabungan Aksi Roda Dua), serta spanduk berisi tuntutan.

Beberapa pengemudi juga tampak menyalakan flare dan bom asap, menambah dramatisasi suasana aksi.

Tak ketinggalan, mobil komando dilengkapi pengeras suara dan tulisan besar yang merinci tuntutan mereka ikut mengiringi massa.

Menjelang siang, petugas kepolisian mulai menutup akses Jalan Medan Merdeka Selatan arah Gambir demi menjaga kelancaran aksi dan menghindari kemacetan yang lebih parah.

Arah sebaliknya ditutup mulai dari perempatan Jalan Agus Salim. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif di sekitar kawasan Monas dan sekitarnya.

"Penutupan ini bersifat sementara sampai situasi kembali kondusif," kata salah satu petugas yang berjaga di lokasi.

Penutupan ini sempat membuat lalu lintas di area sekitar tersendat, khususnya bagi kendaraan umum dan pribadi yang biasa melintasi kawasan strategis tersebut.

Baca Juga: Bentrok Panas: Pramudi Transjakarta Dipukul Oknum Ojol Gara-Gara Klakson

Tuntutan dari Para Ojol

Dalam aksi tersebut, para pengemudi ojol menyuarakan lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan perusahaan penyedia layanan aplikasi transportasi online.

Adapun tuntutan mereka adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Tarif Ojol Segera Naik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru dengan Kenaikan Hingga 15 Persen

1. Hapus sistem “perbudakan” slot dan ACEN (alokasi dan kontrol order),

2. Maksimal potongan komisi 10 persen dari setiap orderan,

3. Hapus sistem driver prioritas yang dinilai tidak adil,

4. Segera susun Undang-Undang Transportasi Online untuk perlindungan hukum,

5. Revisi aturan transportasi daring agar sesuai realitas di lapangan.

Menurut perwakilan aliansi GARDA Indonesia, sistem yang berlaku saat ini sangat merugikan pengemudi karena komisi aplikasi yang terlalu tinggi, sistem rating yang tidak transparan, serta ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban mitra pengemudi.

"Kami merasa dijadikan sapi perah, bekerja keras tapi penghasilannya tidak layak. Ini bukan kemitraan yang adil, ini eksploitasi," ujar salah satu orator di atas mobil komando.

Para pengemudi juga mendesak pemerintah turun tangan secara serius, bukan hanya memberikan imbauan.

Baca Juga: Nasib Ojol Dibahas Lagi, DPR Panggil Menhub Terkait Regulasi dan Kesejahteraan Pengemudi

Mereka meminta agar regulasi khusus untuk transportasi online segera disusun dalam bentuk UU, sebagai jaminan perlindungan bagi para pengemudi ojol di seluruh Indonesia.

Hingga sore hari, aksi berlangsung damai dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun pihak perusahaan aplikasi terkait respons terhadap tuntutan para pendemo.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.