Banten

Filipina Ikutan Deal Tarif Dagang 19 Persen dengan AS Seperti Indonesia, Ada Apa Ini?

Andi Syafriadi | 24 Juli 2025, 10:58 WIB
Filipina Ikutan Deal Tarif Dagang 19 Persen dengan AS Seperti Indonesia, Ada Apa Ini?

AKURAT BANTEN – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat gebrakan dalam kebijakan perdagangannya.

Kali ini, giliran Filipina yang berhasil mencapai kesepakatan dagang terbaru dengan Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Prabowo Tetapkan Donald Trump Tarif Impor Sambil Tertawa, Penghinaan Bagi Rakyat?

Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor untuk produk asal Filipina ditetapkan sebesar 19 persen, turun satu persen dari tarif sebelumnya yang berada di angka 20 persen.

Meski penurunan ini tampak kecil, namun kesepakatan ini menjadi sinyal penting atas dinamika negosiasi dagang antara AS dan negara-negara mitranya.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump usai pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., yang berlangsung di Gedung Putih, Washington, DC, pada Selasa, 22 Juli 2025 waktu setempat.

“Filipina telah menunjukkan komitmen dan sikap saling menghormati dalam membangun hubungan dagang yang lebih seimbang. Kami sepakat untuk menurunkan tarif impor menjadi 19 persen,” ujar Trump dalam konferensi pers bersama usai pertemuan.

Kesepakatan ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah dicapai antara AS dan Indonesia.

Dengan demikian, Filipina menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang berhasil melakukan renegosiasi tarif perdagangan dengan pemerintah AS di bawah kepemimpinan Trump.

Presiden Marcos menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai “langkah awal menuju kemitraan dagang yang lebih saling menguntungkan.”

“Meski hanya satu persen, ini adalah simbol dari terbukanya pintu dialog yang konstruktif. Kami berharap hubungan ekonomi kedua negara dapat semakin erat,” ujar Marcos dalam pernyataannya.

Baca Juga: SEPAKAT! Trump Resmikan Tarif Impor AS Sebesar 19 Persen untuk Indonesia

Penurunan tarif ini, meski tidak signifikan secara angka, dianggap sebagai capaian penting mengingat pendekatan keras Trump terhadap perdagangan internasional selama masa kepemimpinannya.

Ia dikenal sering menaikkan tarif impor terhadap negara-negara mitra demi melindungi industri dalam negeri Amerika.

Sejumlah analis menilai bahwa hanya sedikit pemimpin asing yang mampu meyakinkan Trump untuk melonggarkan kebijakan tarifnya. Oleh karena itu, kesepakatan ini menunjukkan betapa sulitnya diplomasi dagang di era kepemimpinan Trump yang sangat proteksionis.

“Penurunan satu persen dalam konteks Trump adalah pencapaian. Artinya, Filipina berhasil menunjukkan nilai strategisnya di mata Washington,” ujar seorang analis ekonomi dari Asia Trade Institute.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Pasar Waspada Manuver Dagang Trump yang Mulai Bikin Tegang

Kesepakatan ini juga memicu perhatian negara-negara Asia Tenggara lainnya. Banyak yang memandang langkah Filipina dan Indonesia sebagai strategi untuk menjaga akses ekspor mereka ke pasar AS tetap kompetitif.

Belum ada keterangan resmi apakah negara-negara ASEAN lainnya juga tengah menjajaki negosiasi serupa dengan pemerintah AS.

Namun, tren ini menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara mulai mengambil langkah aktif dalam menyesuaikan diri dengan lanskap perdagangan global yang semakin kompleks.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.