Banten

Siapa Abraham Samad? Namanya Muncul Saat Jokowi Ijazahnya Dipertanyakan

Andi Syafriadi | 27 Juli 2025, 15:34 WIB
Siapa Abraham Samad? Namanya Muncul Saat Jokowi Ijazahnya Dipertanyakan

AKURAT BANTEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa laporan yang ia buat terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah atas isu ijazah palsu, bukanlah laporan yang ditujukan kepada individu tertentu.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Jokowi saat ditemui di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga: Jokowi Bicara Blak-blakan soal Ijazah dan KKN di Hadapan Alumni Kehutanan UGM

"Ya begini, jadi yang saya laporkan itu adalah peristiwa. Peristiwa mengenai dugaan pencemaran nama baik dan fitnah," kata Jokowi kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa tidak pernah secara langsung menyebutkan nama-nama dalam laporan tersebut.

"Jadi saya tidak melaporkan nama. Kemudian ada tindak lanjut penyelidikan dari Polri dan muncul nama-nama itu," ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan menyusul kemunculan daftar 12 terlapor dalam kasus tersebut, salah satunya adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Nama-nama itu, menurut Jokowi, muncul sebagai hasil dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, bukan atas inisiatif atau permintaannya secara pribadi.

"Jadi sekali lagi, yang saya laporkan adalah peristiwa, dugaan pencemaran nama baik, dan fitnah," tegas Jokowi.

Ia menyatakan bahwa tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya sangat merugikan dan menyedihkan.

"Saya merasa sedih, kasihan saja. Karena ini menyangkut kehormatan saya dan keluarga," imbuhnya.

Baca Juga: Usai Diperiksa dan Dicecar 45 Pertanyaan, Ijazah Asli Jokowi Akhirnya Disita Polisi

Sebelumnya, nama Abraham Samad disebut sebagai salah satu terlapor dalam kasus ini.

Informasi tersebut diungkap oleh kuasa hukum Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, Abdullah Alkatiri, dalam sebuah acara televisi pada Rabu (16/7/2025).

Menanggapi hal tersebut, Abraham Samad menyatakan kesiapannya jika memang harus diperiksa oleh penyidik, selama proses hukum tidak digunakan sebagai alat kriminalisasi.

“Kalau untuk membuka terang, saya siap membuka terang. Kalau perkara saya dipanggil, saya siap. Tapi, kalau tujuannya menarget saya, mengkriminalisasi, saya akan lawan,” tegas Abraham.

Abraham mengaku mengetahui dirinya sebagai terlapor dari pemberitaan saat berada di Melbourne, Australia.

Baca Juga: Bungkam Tuduhan Ijazah Palsu, Jokowi Datangi Mapolresta Bawa Bukti Asli Sendiri

Hingga saat ini, ia menyebut belum menerima surat pemanggilan atau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak kepolisian.

"Mungkin suratnya masih di pos satpam. Saya baru pulang Sabtu malam," katanya.

Ia juga menduga bahwa dirinya dilaporkan karena pernah membahas isu ijazah Jokowi dalam sebuah podcast bersama Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Kurnia Tri Royani.

Podcast tersebut sempat ramai di media sosial dan menjadi salah satu pemicu berkembangnya isu dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan dan siapa saja yang telah dipanggil atau akan diperiksa dalam kasus ini.

Presiden Jokowi berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran agar kebebasan berpendapat tidak disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah atau merusak reputasi seseorang tanpa dasar bukti yang kuat.

"Kita boleh berbeda pendapat, tapi jangan menyebarkan fitnah. Karena ini negara hukum," pungkas Jokowi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.