Hasil Survei Soal Ijazah Jokowi Asli, Ternyata yang Percaya Cuma Orang-orang dengan Golongan Ini

AKURAT BANTEN – Isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan publik.
Namun hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat tidak percaya dengan tudingan tersebut.
Baca Juga: Partai Demokrat Panas! Benarkah Ikut Campur Kasus Keaslian Ijazah Jokowi? Ini Faktanya
Menariknya, kelompok dengan tingkat pendidikan rendah, khususnya lulusan SD ke bawah, menjadi yang paling tidak percaya terhadap isu ini.
Survei ini dilakukan oleh LSI Denny JA terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia menggunakan metode multi-stage random sampling.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan kuisioner pada periode 28 Mei hingga 12 Juni 2025, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Dalam paparannya, peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, menyebutkan bahwa sebanyak 74,6 persen responden menyatakan tidak percaya bahwa ijazah Presiden Jokowi palsu.
Sementara itu, 12,2 persen mengaku cukup atau sangat percaya, dan sisanya 13,2 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Dari hasil segmentasi berdasarkan latar belakang pendidikan, ditemukan bahwa kelompok lulusan SD ke bawah merupakan yang paling tidak percaya terhadap isu ijazah palsu Jokowi, dengan persentase mencapai 81,5 persen.
"Di segmen pendidikan, mereka yang hanya tamat SD ke bawah, sebesar 81,5 persen tak percaya dengan isu ijazah palsu Jokowi," ujar Ardian dalam paparannya.
Sementara itu, tingkat ketidakpercayaan juga tinggi di kelompok lulusan SMP (73,7 persen) dan SMA (69,8 persen).
Baca Juga: Alumni UGM 1985 Bongkar Fakta Mengejutkan soal Ijazah Jokowi Asli atau Palsu?
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat dengan pendidikan menengah ke bawah cenderung lebih mempercayai keaslian ijazah Jokowi.
Berbanding terbalik, tingkat kepercayaan terhadap isu ijazah palsu justru lebih tinggi di kalangan masyarakat yang berlatar belakang pendidikan D3 ke atas.
Dalam kelompok ini, 20,6 persen responden menyatakan percaya bahwa ijazah Jokowi palsu.
Angka kepercayaan ini lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA (13,8 persen), SMP (10,5 persen), dan SD (7,4 persen).
Baca Juga: Lagi-lagi Rocky Gerung Bikin Geger, Akui Ijazah Jokowi Asli, Tapi Ungkap Fakta Mengejutkan
Menurut Ardian, tren ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, tidak serta-merta membuatnya kebal terhadap disinformasi.
Dari segi domisili, responden yang tinggal di wilayah perkotaan lebih banyak yang percaya dengan isu ini dibandingkan yang tinggal di desa.
Sebanyak 16,3 persen masyarakat perkotaan mengaku percaya ijazah Jokowi palsu, sementara dari pedesaan hanya 10,4 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, generasi Z (lahir setelah 1997) menempati posisi tertinggi dalam tingkat kepercayaan terhadap isu ijazah palsu, yakni 14,3 persen.
Ini lebih tinggi dibanding generasi milenial (9,5 persen), generasi X (13,8 persen), dan baby boomer (11,9 persen).
Menurut Ardian, meski Gen Z dikenal sebagai generasi digital, paparan terhadap informasi hoaks dan disinformasi melalui media sosial bisa menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi mereka.
Hasil survei ini memberikan gambaran penting bahwa meski isu ijazah palsu Presiden Jokowi terus digulirkan di ruang publik, mayoritas masyarakat Indonesia tetap tidak mempercayainya.
Namun, adanya gap kepercayaan berdasarkan pendidikan, usia, dan tempat tinggal, menunjukkan pentingnya literasi informasi di semua lapisan masyarakat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”







