Banten

Ada 6 Korban Demo Hari Ini di DPR RI, Polisi Tangkap Semua Demonstran, Tak Tampung Aspirasi?

Andi Syafriadi | 25 Agustus 2025, 17:19 WIB
Ada 6 Korban Demo Hari Ini di DPR RI, Polisi Tangkap Semua Demonstran, Tak Tampung Aspirasi?

AKURAT BANTEN – Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah aliansi masyarakat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, pada Senin (25/8) berakhir ricuh.

Bentrokan terjadi antara massa demonstran dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Link Live Streaming CCTV Demo 25 Agustus 2025 DPR RI, Rakyat Serentak Gulingkan Kekuasaan Senayan

Awalnya, aksi yang dimulai sejak siang berlangsung cukup kondusif. Massa membawa spanduk, poster, dan pengeras suara untuk menyuarakan tuntutan mereka terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Namun, suasana mulai memanas ketika sekelompok peserta aksi mencoba bergerak dari depan Gedung DPR menuju area belakang kompleks.

Aparat yang sudah bersiaga langsung menghalau pergerakan tersebut.

Ketegangan pun meningkat. Aparat keamanan yang terdiri dari kepolisian dan petugas pengamanan DPR akhirnya menurunkan water cannon untuk memukul mundur massa.

Semprotan air bertekanan tinggi diarahkan ke kerumunan untuk mencegah mereka menembus barikade keamanan.

Beberapa orang terlihat berusaha tetap bertahan, namun akhirnya mundur setelah situasi menjadi semakin tidak terkendali.

Berdasarkan pantauan di lapangan yang dilaporkan sejumlah media, aparat mengamankan sedikitnya enam orang dari lokasi aksi.

Mereka diamankan karena diduga memprovokasi massa untuk bergerak dan melawan aparat.

Baca Juga: Demo DPR Hari Ini Seret Nama Prabowo, Presiden Diminta untuk Lakukan Hal Ekstrem Ini

Hingga berita ini diturunkan, keenam orang tersebut masih diperiksa oleh pihak kepolisian untuk memastikan identitas, peran, dan barang-barang yang dibawa saat aksi.

Petugas di lokasi menyebutkan, langkah pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah kericuhan lebih meluas.

“Kami harus membubarkan massa karena situasi sudah tidak kondusif. Ada beberapa orang yang diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar seorang aparat yang enggan disebutkan namanya.

Demonstrasi ini melibatkan sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi, membawa isu-isu krusial yang mereka nilai perlu segera ditindaklanjuti pemerintah dan legislatif.

Meski detail tuntutan belum seluruhnya terungkap, aksi ini menjadi sorotan karena terjadi menjelang agenda penting DPR pada pekan tersebut.

Baca Juga: Demo Hari Ini di Jakarta Pagar Besi DPR Dilumuri Oli Sebelum Demo 25 Agustus, Tanda Ketakutan?

Kondisi di sekitar Gedung DPR sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Polisi lalu lintas terpantau mengalihkan sebagian kendaraan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi akibat kerumunan massa.

Aparat juga terlihat memperketat pengamanan di sejumlah titik untuk mengantisipasi meluasnya aksi ke jalan-jalan sekitar.

Menjelang sore hari, aparat akhirnya memutuskan untuk membubarkan massa secara paksa karena suasana tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Selain water cannon, petugas juga menggunakan pengeras suara untuk meminta peserta aksi meninggalkan lokasi secara tertib.

Hingga artikel ini dibuat, belum ada laporan mengenai korban luka serius akibat insiden ini.

Kepolisian berjanji akan memberikan keterangan resmi terkait identitas enam orang yang diamankan dan memastikan proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Aksi ini menambah catatan panjang demonstrasi di depan Gedung DPR yang kerap menjadi pusat penyampaian aspirasi masyarakat.

Baca Juga: Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta Tuai Sorotan, Puan Maharani Janji Evaluasi

Meski diwarnai bentrokan, pihak keamanan mengimbau agar aksi serupa ke depan dapat berjalan lebih tertib dan mengedepankan dialog untuk menghindari kericuhan yang merugikan semua pihak.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.