Banten

Live Update Demo DPR Hari Ini 25 Agustus, Polisi Pasang Barikade Beton, Tanda DPR akan Hancur?

Andi Syafriadi | 25 Agustus 2025, 17:47 WIB
Live Update Demo DPR Hari Ini 25 Agustus, Polisi Pasang Barikade Beton, Tanda DPR akan Hancur?

AKURAT BANTEN – Aksi demonstrasi bertajuk “Revolusi Rakyat Indonesia” digelar di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

Aksi ini menjadi sorotan publik karena digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR RI di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai melemah.

Baca Juga: Ada 6 Korban Demo Hari Ini di DPR RI, Polisi Tangkap Semua Demonstran, Tak Tampung Aspirasi?

Pantauan di lapangan sekitar pukul 09.30 WIB menunjukkan massa mulai berdatangan dan berkumpul di depan gerbang utama kompleks parlemen.

Peserta aksi terlihat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pekerja informal, hingga pengemudi ojek online yang membawa kendaraan mereka dan memarkir di sekitar area aksi.

Beberapa peserta memilih berteduh di bawah jembatan penyeberangan dan halte bus sembari menunggu massa lain bergabung.

Menariknya, banyak di antara mereka tidak mengenakan atribut organisasi tertentu.

Beberapa peserta tampak sibuk merekam situasi untuk kemudian diunggah ke media sosial.

Seiring waktu, kawasan depan Gedung DPR makin ramai. Pedagang kaki lima memanfaatkan momentum dengan membuka lapak di trotoar dari arah Restoran Pulau Dua hingga pintu gerbang DPR.

Kehadiran mereka menambah suasana semarak sekaligus menyulitkan pergerakan massa dan kendaraan.

Puluhan pengemudi ojek online yang ikut hadir menjadi perhatian tersendiri. Mereka memarkirkan motor di dekat gerbang DPR meski diarahkan oleh aparat untuk memindahkan kendaraan.

Baca Juga: Link Live Streaming CCTV Demo 25 Agustus 2025 DPR RI, Rakyat Serentak Gulingkan Kekuasaan Senayan

“Jangan mau kalau diusir!” seru seorang peserta berseragam ojol yang memicu dukungan dari rekan-rekannya.

Situasi sempat memanas ketika aparat keamanan mulai memasang barikade beton setinggi kurang lebih 1,8 meter untuk mengamankan pintu gerbang. Sejumlah massa berteriak dan menyampaikan protes keras.

“Woi, katanya mau dibuka pintunya, hoaks, hoaks!” teriak beberapa orang yang memancing sorak dari peserta lain.

Kepadatan massa berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto yang terpantau melambat.

Baca Juga: Demo DPR Hari Ini Seret Nama Prabowo, Presiden Diminta untuk Lakukan Hal Ekstrem Ini

Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat aksi, menambah kemacetan di sekitar kawasan Senayan.

Polisi lalu lintas tampak melakukan pengalihan dan penertiban agar jalur tetap bisa dilalui.

Aparat kepolisian dan regu Brimob bersenjata lengkap sudah siaga di sejumlah titik strategis, termasuk di bawah flyover dekat Senayan Park.

Kehadiran aparat ini bertujuan mengantisipasi jika situasi berpotensi memanas. Mereka memantau dengan ketat sambil berkoordinasi melalui radio komunikasi.

Aksi ini sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial. Massa yang menamakan diri Revolusi Rakyat Indonesia menyatakan ingin mendesak pemerintah dan DPR untuk membatalkan kenaikan tunjangan anggota dewan.

Mereka juga menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Meski hingga siang hari aksi masih berlangsung dengan relatif tertib, gesekan antara massa dan aparat tetap menjadi perhatian.

Aparat mengimbau agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Demo Hari Ini di Jakarta Pagar Besi DPR Dilumuri Oli Sebelum Demo 25 Agustus, Tanda Ketakutan?

Aksi ini menjadi bukti bahwa isu kesejahteraan masyarakat dan kebijakan anggaran DPR tetap menjadi sorotan publik.

Situasi di sekitar Gedung DPR diperkirakan masih akan dipantau ketat sepanjang hari untuk memastikan aksi berjalan aman dan terkendali.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.