Prabowo Kirim Pesan Tegas! Indonesia Kutuk Serangan Israel di Qatar, Menlu Sugiono Sampaikan Solidaritas di KTT Darurat

AKURAT BANTEN – Indonesia menegaskan posisinya mendukung penuh solidaritas dunia Arab dan Islam dalam merespons serangan Israel di Doha.
Dalam pidato pembukaannya, Amir Qatar Tamim bin Hamad Al Tsani menyampaikan kecaman keras terhadap Israel.
Ia menyebut serangan itu bukan sekadar pelanggaran kedaulatan, melainkan bentuk aksi terorisme yang mengguncang dunia.
“Qatar diserang secara licik, menargetkan kediaman pimpinan Hamas dan delegasi negosiasinya. Serangan ini adalah aksi teroris yang mengejutkan dunia. Perang Israel di Gaza telah menjadi perang pemusnahan massal,” tegas Amir Qatar.
Baca Juga: Indonesia Tunjukkan Konsistensi Diplomasi lewat Dukungan Prabowo pada Qatar
Tamim menekankan bahwa negaranya berperan penting dalam upaya negosiasi antara Hamas dan Israel.
Bahkan, mediasi Qatar sebelumnya berhasil membebaskan sejumlah warga Israel yang disandera Hamas.
Ia mempertanyakan motif Israel yang justru menyerang di tengah proses dialog.
“Jika Israel ingin membunuh pimpinan Hamas, mengapa bernegosiasi? Serangan ini terjadi saat Hamas mempelajari proposal Amerika Serikat yang diketahui semua pihak,” ujarnya.
Baca Juga: Heboh Video Prabowo Tayang di Bioskop: Antara Iklan Layanan Masyarakat dan Sorotan Publik
Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Menlu Sugiono menyampaikan salam hormat kepada Amir Qatar sekaligus menegaskan dukungan penuh Indonesia.
“Pemerintah Indonesia mengutuk serangan Israel di Doha, Qatar pada 9 September 2025 sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, melanggar hukum internasional, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip OKI.
Serangan ini bukan hanya pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, tetapi juga ancaman terhadap perdamaian, keamanan internasional, serta proses dialog,” kata Sugiono dalam pidatonya.
Sekjen Partai Gerindra itu juga mengingatkan bahwa serangan Israel bukanlah insiden tunggal. Menurutnya, dunia internasional harus bertindak tegas melalui sanksi kolektif.
“Ini bagian dari pola pelanggaran Israel yang berkelanjutan, dengan akar masalah pada pendudukan Palestina. Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah mendesak, mengutuk Israel secara kolektif, dan menegakkan hukum internasional,” tegasnya.
Menlu Sugiono tiba di Doha pada Minggu (14/9/2025) malam. Dalam kunjungan singkatnya, ia didampingi Dubes RI untuk Qatar Ridwan Hassan dan Atase Pertahanan RI di Doha, Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha.
Usai mengikuti agenda KTT, delegasi Indonesia langsung bertolak kembali ke Tanah Air pada Senin malam.
Serangan Israeli Defence Force (IDF) di Doha terjadi saat delegasi Hamas tengah mempelajari proposal negosiasi gencatan senjata dan pertukaran sandera dengan Israel.
Baca Juga: Terungkap! Tirai Istana Tersibak, Benarkah Kabinet Prabowo Bersihkan Orang Jokowi?
Insiden itu menewaskan lima warga Palestina yang merupakan keluarga petinggi Hamas, serta satu anggota kepolisian Qatar.
Peristiwa ini semakin memperkuat kecaman dunia internasional terhadap Israel.
Bagi Indonesia, momen KTT darurat di Doha menjadi kesempatan untuk menegaskan konsistensi sikap luar negeri: membela Palestina dan menolak segala bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara lain.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










