Selamat Hari Batik untuk Seskab Teddy yang Dicalonkan Jadi Duta Hari Batik Nasional 2025

AKURAT BANTEN - Pada peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025, publik media sosial ramai menyebut Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya, sebagai sosok yang layak dijadikan duta batik.
Usulan ini muncul setelah beberapa warganet mengomentari konsistensinya memakai batik dalam berbagai agenda kenegaraan dan dukungannya terhadap pelaku usaha batik.
Melalui akun resmi Sekretariat Kabinet di Instagram, publik memberikan apresiasi pada Teddy yang menampilkan ilustrasi bertema batik sambil mengucapkan selamat Hari Batik Nasional.
Dalam kolom komentar, sejumlah netizen menuliskan: “Pak Teddy cocok jadi duta batik Indonesia,” atau “batiknya selalu keren”.
Baca Juga: Sosok 4 Ajudan Baru Presiden Prabowo Subianto Pengganti Mayor Teddy Indra Wijaya, Dan Fungsinya
Komentar-komentar seperti ini menunjukkan bahwa citra pribadi pejabat negeri bisa berintegrasi dengan nilai budaya; bahwa pakaian tradisional seperti batik bukan hanya simbol seremonial, tapi identitas yang bisa menyatu dalam keseharian pejabat publik.
Kandidat duta batik seperti Teddy bukanlah sekadar penghargaan simbolis.
Jika dijadikan duta batik resmi, peran tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat upaya pelestarian warisan budaya, edukasi publik, dan promosi batik sebagai warisan nasional.
Di era digital, seorang pejabat dengan kemampuan simbolik kuat mengenakan batik, terlibat dalam kegiatan promosi budaya, dan mendukung ekosistem usaha batik dapat memengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat terhadap batik lokal.
Untuk Banten, usulan ini menyimpan peluang.
Provinsi Banten memiliki keragaman motif batik pesisir, motif serang, motif nilai lokal yang kurang dikenal luas.
Bila figur nasional yang dikenal mengenakan dan mendukung batik dijadikan duta budaya, potensi promosi batik Banten bisa meningkat.
Misalnya, kolaborasi antara pemerintah daerah Banten dan Sekretariat Kabinet dalam kampanye “Berbatik setiap hari” atau lomba motif batik daerah yang diangkat ke panggung nasional.
Baca Juga: Sedih! Begini Reaksi dr Gunawan Usai Didorong dan Ditegur Mayor Teddy
Meski demikian, penting pula memahami bahwa menjadi “duta batik” bukan semata gelar estetik.
Itu menuntut komitmen nyata: mengunjungi pengrajin lokal, menyokong pelatihan seni batik daerah, dan mendorong regulasi atau kebijakan yang memfasilitasi industri batik kecil.
Bila hanya sekadar tagline, gelar duta bisa kehilangan makna.
Akhirnya, respons publik terhadap Seskab Teddy ini adalah refleksi harapan bahwa pejabat negeri tak hanya bertugas mengatur, namun juga menjadi teladan dalam melestarikan budaya.
Baca Juga: Mayor Teddy Sempat Tak Terlihat Mendampingi Prabowo, Begini Keadaanya Sekarang!
Bagi pembaca di Banten, inisiatif ini bisa menjadi inspirasi agar para pemimpin daerah juga menunjukkan konsistensi dalam memakai dan memajukan batik lokal sebagai bentuk penghormatan budaya dan identitas daerah.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






